Pembudidaya ikan diminta waspadai bakteri aeromonas

id ikan gurami

Pembudidaya ikan diminta waspadai bakteri aeromonas

Salah seorang petani gurami di Kelurahan Sumampir, Kecamatan Purwokerto Utara, Banyumas, Rajiwan menunjukkan ikan gurami yang mati akibat serangan bakteri aeromonas. (Foto: Sumarwoto)

Purwokerto (Antaranews Jateng) - Pembudidaya ikan perlu mewaspadai bakteri aeromonas yang dapat menyebabkan kematian massal pada populasi ikan, kata Dosen Parasit dan Penyakit Ikan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unsoed, Hamdan Syakuri.

"Ketika daya tahan tubuh ikan sedang menurun karena stres dan kualitas air yang tidak baik, maka bakteri ini dapat menyebabkan kematian massal pada populasi ikan budidaya, bahkan pada populasi ikan liar," katanya di Purwokerto, Rabu.

Dia menjelaskan, aeromonas adalah bakteri gram negatif. Jenis yang banyak dilaporkan menyebabkan penyakit pada ikan adalah aeromonas hydrophila dan aeromonas salmonicida.

"Di negara kita, aeromonas hydrophila yang lebih banyak dilaporkan. Bakteri ini tersebar luas di perairan, dan dapat menyebabkan penyakit saat daya tahan tubuh ikan menurun, baik karena stres maupun karena adanya infeksi lain," katanya.

Dia mencontohkan, perbedaan suhu yang besar antara siang dan malam, dapat menyebabkan ikan stres.

"Cuaca juga dapat memengaruhi parameter kualitas air lainnya, yang dapat menyebabkan ikan stres. Ikan yg stres akan menurun daya tahan tubuhnya, sehingga mudah terserang penyakit," katanya.

Aeromonas hydrophila, tambah dia, pada umumnya ada di perairan tawar.

"Selain ikan, bakteri ini juga dapat menyebabkan penyakit pada hewan air lainnya, seperti katak," katanya.

Pada saat ini, kata dia, telah banyak dilakukan pengadaan vaksin untuk aeromonas hydrophila.

"Namun faktor yang harus dipertimbangkan adalah banyaknya serotipe dari bakteri ini, yang menyebabkan vaksin yang ada belum tentu manjur untuk semua strain aeromonas hydrophila," katanya.

Karena itu, menurut dia, perlu dilakukan langkah-langkah pencegahan.

"Pencegahan dapat dilakukan dengan pemberian pakan yang berkualitas, pemberian vitamin C, pemberian tanaman obat seperti daun pepaya, dan menjaga kualitas air," katanya.

Sebelumnya, pembudidaya ikan gurami di Kelurahan Sumampir, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dilaporkan mengalami kerugian karena ikan yang dibudidayakan di kolam banyak yang mati akibat serangan bakteri.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar