Sudirman Said programkan sekolah pamong desa

id calon gubernur,sudirman said

Sudirman Said programkan sekolah pamong desa

Calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said menyampaikan visi misi calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng di Daun Mas Resto Temanggung yang diselenggarakan Badan Kerja Sama Antargereja Kristen dan Forum Lintas Iman Kabupaten Temanggung. (Heru Suyitno)

Temanggung (Antaranews Jateng) - Calon gubernur Jawa Tengah nomor urut 2 Sudirman Said memprogramkan sekolah pamong desa untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia bagi perangkat desa.

"Sekolah pamong desa saya yakini sesuatu yang akan berdampak besar karena ketika kami bicara dengan perangkat desa, mereka menyambut dengan baik," katanya di Temanggung, Sabtu.

Ia menyampaikan hal tersebut usai menyampaikan visi misi calon gubernur dan wagub yang diselenggarakan Badan Kerja Sama Antargereja Kristen dan Forum Lintas Iman Kabupaten Temanggung.

Untuk menjadi camat mereka ada pendidikan di STPDN dan untuk menjadi polisi juga ada sekolahnya. Namun untuk menjadi seorang perangkat desa selama ini belum ada tempat pendidikannya.

Secara pendidikan namanya juga di desa pasti tidak sebaik teman-teman di kota, tetapi tugasnya sebenarnya cukup berat oleh karena itu perlu membekali atau perlu memperkuat mereka dengan kemampuan administrasi, manajerial, dan kepemimpinan.

"Walaupun kecil sebenarnya mereka punya proyek, maka menejemen proyek mesti diberikan kepada mereka termasuk soal kontrol atau pengawasan karena kepala desa memang menjadi ujung tombak dari pembangunan," katanya.

Ia mengatakan kepala desa diberi tanggung jawab dana cukup besar, tetapi kemudian ujungnya sering terpeleset dan sebagian besar dari mereka itu bukan niat untuk korupsi tetapi karena kealpaan administrasi.

Menurut dia sekolah npamong desa anggarannya nanti disiapkan oleh provinsi, kalau kurang bisa minta bantuan pemerintah pusat karena punya kesempatan untuk mengusulkan.

"Cara masuknya kita buat perda yang mewajibkan setiap perangkat desa terpilih atau diangkat harus masuk ke dalam program pelatihan dulu, saya rasa tidak akan ada yang menolak ini karena memang sesuatu yang mereka butuhkan," katanya.

Ia menuturkan bagaimana perangkat desa yang menjadi ujung tombak pembangunan itu mendapat bekal atau hal-hal yang sifatnya praktis. Setelah itu bisa membuat pelatihan lanjutan. Tidak usah lama-lama, misalnya tiga bulan saja diberi segala macam keterampilan dasar pasti akan membawa perubahan besar bagi mereka.
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar