Pemerintah diminta percepat pembebasan lahan tol Batang-Semarang

id tol batang semarang

Pemerintah diminta percepat pembebasan lahan tol Batang-Semarang

Tol-Semarang-Batang (Foto : Aditya Pradana Putra)

Semarang (Antaranews Jateng) - Pemerintah diminta mempercepat penyelesaian berbagai persoalan terkait pembebasan lahan yang terkena proyek jalan tol ruas Batang-Semarang.

"Saat ini, proyek pembangunan jalan tol Batang-Semarang tidak berjalan mulus dan terancam meleset dari target waktu penyelesaian karena sampai sekarang seksi IV dan V terkendala masalah pembebasan lahan," kata Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah Hadi Santoso di Semarang, Selasa.

Ia menyebutkan bahwa lahan yang belum dibebaskan di seksi IV dan seksi V rata-rata merupakan tanah wakaf berupa masjid, musala, sekolah, dan areal pemakaman yang saat ini masih dalam pengurusan di Kementerian Agama.

Selain itu, kendala yang dihadapi adalah permintaan jumlah perlintasan jalan tol yang diminta warga bertambah, baik dalam bentuk "underpass" ataupun "overpass".

Terkait dengan persoalan tersebut, Hadi mengusulkan agar segera diselesaikan dengan penggantian bangunan.

"Jika tanah kas desa bisa disewa untuk konstruksi, sedangkan untuk tanah wakaf bisa dilakukan penggantian bangunan," ujar politikus Partai Keadilan Sejahtera itu.

Kendati demikian, Hadi berpendapat bahwa terkait penyeberangan, perlu adanya konsisten terhadap "detail engineering design" yang telah disepakati.

"Perlu konsisten dengan DED yang disepakati, dengan tetap akomodatif terhadap masukan masyarakat yang memungkinkan," katanya.

Ia memerinci, saat ini pada Seksi IV, dari 1.945 bidang tanah seluas 141,842 hektare yang baru dibebaskan sebanyak 1.600 bidang dengan luas 126,67 hektare atau sebesar 89,3 persen dari total lahan.

Sementara itu, pada Seksi V dari 2.698 bidang tanah seluas 146,56 hektare atau 89,96 persen atau 2.630 bidang tanah sebanyak 131,85 hektare sudah dibebaskan.
Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar