Logo Header Antaranews Jateng

Nelayan Pekalongan tunda pulang akibat cuaca buruk

Selasa, 9 Januari 2018 14:07 WIB
Image Print
Kepala Tempat Pelelangan Ikan Kota Pekalongan, Sugiyo, mengatakan Aktivitas lelang ikan pascacuaca buruk, masih sepi. Aktivitas lelang diperkirakan ramai mulai pertengahan Januari 2018. (Foto: Kutnadi)

Pekalongan, (Antaranews Jateng) - Aktivitas lelang ikan di Tempat Pelelangan Ikan Kota Pekalongan, Jawa Tengah, pascacuaca buruk masih sepi karena para nelayan menunda kepulangannya mencari ikan dari tengah laut.

Kepala TPI Kota Pekalongan, Sugiyo di Pekalongan, Selasa, mengatakan bahwa seharusnya para nelayan sudah kembali melaut pada awal Januari 2018 karena mereka berangkat mencari ikan sejak Oktober 2017.

"Akan tetapi, akibat kondisi cuaca buruk pada Desember 2017 maka para nelayan menunda pulang dari laut. Oleh karena, saat ini aktivitas lelang ikan relatif sepi," katanya.

Menurut dia, produksi ikan di TPI kini hanya diperoleh berasal dari para nelayan kecil atau kapal "srek-arek" yang aktivitasnya hanya melautnya pada malam hari dan pulang pagi.

"Produksi ikan yang dilelang oleh nelayan kecil pada Selasa (9/1) hanya 10 ton atau sekitar Rp30 juta. Ada pun untuk kapal nelayan berbobot 60 gross ton masih berada di laut," katanya.

Ia memperkirakan aktivitas lelang ikan akan ramai sekitar pertengahan Januari 2018 hingga Pebruari 2018 yaitu saat kapal-kapal besar ikan berlabuh ke TPI.

"Dampak sepinya aktivitas lelang ikan di TPI maka berpengaruh terhadap harga ikan terus merangkak naik. Harga ikan laut kini memang cukup mahal karena pasokan ikan turun," katanya.

Ia menambahkan saat ini harga ikan jenis tongkol semula Rp45 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp50 ribu/ kg, jui semula Rp3.500/ kg naik Rp5 ribu/ kilogram, dan banyar semula Rp24 ribu/kg naik menjadi Rp26 ribu/ kg.



Pewarta:
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2026