
Lukisan dari limbah kayu karya mahasiswa Untidar

Magelang, (Antaranews Jateng) - Sekelompok mahasiswa Universitas Tidar Kota Magelang, Jawa Tengah, mengolah limbah berupa serutan kayu menjadi karya lukisan tiga dimensi yang memiliki nilai seni kreatif dan ekonomi tinggi.
"Melalui Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK) kami menghasilkan karya berupa lukisan tiga dimensi dari bahan limbah serutan kayu," kata ketua sekelompok mahasiswa Untidar Kota Magelang itu, Muhammad Khusni Mubarok, di Magelang, Rabu.
Ia memimpin empat anggotanya, yakni Filla Ardyarti, Puji Lestari, Lilis Sinarsih, dan Hermowo Pribadi Dewabroto dalam pelaksanaan program dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi tersebut.
Karya mereka yang kemudian diberi nama Lugabut (Lukisan tiga dimensi dari limbah serutan kayu) itu, antara lain berupa lukisan mirip kolase berupa topeng dan bunga tiga dimensi dengan bahan baku limbah serutan kayu.
Harga setiap karya mereka bervariasi, antara Rp100.000 hinggga Rp500.000, sedangkan pemasarannya melalui media sosial dan "gethok tular" atau dari mulut ke mulut.
"Seperti halnya serbuk kayu, begitu juga serutan kayu, awalnya hanya sebagai limbah untuk bahan bakar pengganti kayu, kami memanfaatkan dengan kreatif dan inovatif menjadi karya lukisan tiga dimensi," ujar Khusni yang juga mahasiswa semester V Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Untidar itu.
Ia menjelaskan setiap karya kreatif kelompoknya dilapisi dengan pelitur dan pernis untuk memperkuat daya pikat estetika serta mencegah jamur.
"Produk kami telah dilapisi pelitur dan pernis, sebab seperti limbah serutan kayu ini rawan terkena jamur. Dengan dipelitur dan dipernis menjadi tidak mudah berjamur," kata dia.
Dosen pembimbing PKMK Untidar Farikhah mengatakan karya Lugabut mempunyai unsur seni yang memikat, sedangkan proses pembuatannya membutuhkan ketelatenan mereka.
"Selain butuh kreativitas juga ketelatenan yang tinggi. Melalui pembuatan karya itu, jiwa seni dan imajinasi seni mereka diasah," kata dia.
Mereka, ujar Farikhah yang juga pengajar Pendidikan Bahasa Inggris Untidar itu, bukan sekadar menghasilkan karya seni melalui pengolahan limbah akan tetapi juga memperhitungkan dengan baik nilai ekonominya.
Pewarta: Maximianus Hari Atmoko
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
