Logo Header Antaranews Jateng

Tiga Bakal Calon Bupati Banyumas Beradu Program

Selasa, 7 November 2017 16:40 WIB
Image Print
Bakal calon bupati Ifan Haryanto (dua dari kiri) saat memaparkan programnya dalam Seminar "Mencari Pemimpin Banyumas" yang diselenggarakan oleh Jurusan Sosiologi FISIP Unsoed Purwokerto di Aula FISIP Unsoed, Selasa (7/11/2017). (Foto: ANTARAJATENG.CO

Purwokerto, ANTARA JATENG - Tiga bakal calon bupati yang akan maju dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Banyumas 2018 saling beradu program dalam Seminar "Mencari Pemimpin Banyumas" di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Jawa Tengah.

Seminar yang diselenggarakan Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa, menghadirkan tiga bakal calon bupati yang terdiri atas Achmad Husein (petahana), Ifan Haryanto, dan Toto Dirgantoro serta pengamat politik Luthfi Makhasin dan praktisi pemerintahan Setiyadi.

Dalam seminar yang dipandu dosen FISIP Unsoed, Tri Wuryaningsih, bakal calon bupati petahana Achmad Husein memaparkan berbagai keberhasilan yang diraih Pemerintah Kabupaten Banyumas selama kepemimpinannya.

Terkait dengan berbagai kebijakan yang diambil Pemkab Banyumas, dia mengatakan hal itu harus diselaraskan dengan kebijakan pemerintah pusat maupun provinsi.

"Itu harus betul-betul dipertimbangkan dengan baik-baik," katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa di Banyumas tidak ada kewajiban menyetorkan uang ke bupati setiap kali ada pergantian kepala organisasi perangkat daerah.

"Bahkan, saya yang menghentikan setoran itu. Jadi, bukan bupati yang meminta setoran, tetapi saya minta kepada siapa pun agar setoran itu dihentikan," tegasnya.

Ia juga mengatakan bahwa obat yang paling jitu dalam pemerintahan adalah transparansi, kejujuran, dan integritas yang berasal dari hati nurani paling dalam.

Bakal calon bupati Ifan Haryanto mengatakan Banyumas memiliki sektor unggulan berupa pendidikan, kesehatan, pariwisata, serta perdagangan barang dan jasa.

"Kita tahu orang di sekitar Barlingmascakeb (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen) kalau ingin menyekolahkan anaknya pasti ke Unsoed atau ke universitas-universitas yang lain," katanya.

Ia memperkirakan setiap tahunnya ada sekitar 100 ribu mahasiswa yang keluar dan masuk Unsoed maupun perguruan tinggi lainnya di Purwokerto.

Menurut dia, hal itu merupakan potensi ekonomi yang sangat besar sehingga bisa menimbulkan "multiplier effect" .

"Sekitar 70 persen mahasiswa ini berasal dari luar daerah sehingga secara otomatis kedatangan mereka ke Banyumas memberikan dampak positif," katanya.

Sementara itu, bakal calon bupati Toto Dirgantoro memaparkan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan otonomi daerah.

Oleh karena itu, kata dia, pemimpin dalam otonomi daerah harus bisa membangkitkan partisipasi dari seluruh lapisan masyarakat dalam menyukseskan program-program pemerintah.

"Layanan kepada masyarakat semata-mata tidak berdasarkan pertimbangan efisiensi tetapi juga unsur kebersamaan," katanya.

Dengan demikian, kata dia, perlu kesetaraan antara nilai efisiensi dan demokrasi khususnya dalam menyelenggarakan pemerintah daerah.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026