Logo Header Antaranews Jateng

7.500 Ayam Petelur Dibagikan Tanggulangi Kemiskinan

Rabu, 4 Oktober 2017 16:59 WIB
Image Print
Penyerahan bantuan ayam kampung petelur secara simbolis oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo disaksikan Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Kementerian Pertanian Ir. Fini Murfiani (tiga dari kiri), Wakil Bupati Boyolali M. Said Hid

Boyolali, ANTARA JATENG - Setidaknya 7.500 ayam kampung petelur dibagikan kepada masyarakat tidak mampu di 15 kabupaten di Jawa Tengah sebagai upaya penanggulangan kemiskinan.

"Kami punya program penanggulangan kemiskinan dengan memberikan unggas, yakni ayam petelur," kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat Gelar Potensi Peternakan Jawa Tengah di Boyolali, Rabu.

Pemberian unggas kepada masyarakat tidak mampu itu, kata dia, diharapkan bisa membantu mencukupi kebutuhan gizi keluarga, sekaligus bisa meningkatkan kesejahteraan secara ekonomi.

Setiap kepala keluarga, kata politikus PDI Perjuangan itu, akan mendapatkan masing-masing lima ayam petelur yang bisa dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan gizi dan meningkatkan ekonomi.

"Ya, tiap hari ayamnya kan `ngendok` (bertelur). Paling tidak setiap hari masyarakat dari keluarga tidak mampu ini bisa makan dengan lauk telur. Gizi keluarga bisa tercukupi baik," kata Ganjar.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jateng Agus Wariyanto menyebutkan program penanggulangan kemiskinan berbasis peternakan dengan pemberian ayam petelur itu baru dilakukan di 15 kabupaten.

Nantinya, kata dia, setiap kabupaten akan dipilih satu desa yang akan dialokasikan untuk 100 KK dengan pembagian sebanyak lima ekor ayam kampung petelur untuk masing-masing KK.

"Kalau 100 KK, satu KK-nya dapat lima ekor, berarti total ada 7.500 ekor ayam kampung petelur yang akan dibagikan. Ayam yang dibagikan ini unggas lokal, yakni ayam kampung unggul," katanya.

Pada tahun depan, kata dia, program penanggulangan kemiskinan itu akan ditingkatkan di daerah-daerah lainnya sehingga bisa dirasakan manfaatnya secara menyeluruh oleh masyarakat Jateng.

Agus juga mengapresiasi peran pihak swasta dalam program itu, di antaranya PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) yang ikut berpartisipasi memberikan bantuan pakan untuk ayam petelur tersebut.

Dari CPI, General Manager (GM) Marketing CPI Ngadi Purwanta mengatakan sangat mendukung program pemberian ayam petelur kepada masyarakat kurang mampu untuk meningkatkan gizi dan ekonominya.

"Kami sebagai produsen pakan ternak di Jawa Tengah, khususnya pakan ayam turut terpanggil untuk ikut serta membantu program ini dengan memberikan bantuan Pakan Komplit Petelur," katanya.

Bantuan Pakan Komplit Petelur dari CPI itu diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo kepada perwakilan keluarga tidak mampu disaksikan sejumlah pihak terkait.

Hadir dalam kegiatan itu, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian Ir. Fini Murfiani dan Wakil Bupati Boyolali M. Said Hidayat.

Gelar Potensi Peternakan Jateng diisi dengan beragam kegiatan, seperti kompetisi penggemukan sapi PO (peranakan Ongole), sapi silangan, pejantan kambing, serta pameran peternakan dari kabupaten/kota.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026