Logo Header Antaranews Jateng

Ganjar Minta Film G30S/PKI Tidak Jadi Kontroversi

Kamis, 28 September 2017 14:55 WIB
Image Print
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (ANTARA /Aditya Pradana Putra)

Pemalang, ANTARA JATENG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta agar pemutaran film G30S/PKI tidak dikembangkan menjadi kontroversi yang bisa memecah belah persatuan bangsa.

"Jangan dikembangkan menjadi kontroversi yang nanti (beberapa pihak) saling bertabrakan dan akan memecah belah bangsa, bahwa kita anti-PKI, iya dan itu harus dilawan serta diberantas bareng-bareng, cuma jangan dibentur-benturkan," katanya di sela kunjungan kerja di Kabupaten Pemalang, Kamis.

Ganjar mengaku tidak mempermasalahkan pemutaran film G30S/PKI oleh sejumlah pihak pada beberapa waktu terakhir.

"Mungkin kontroversinya adalah apakah wajib atau tidak wajib, buat saya `film is film`, boleh ditonton kemudian semuanya bisa mendiskusikan itu," ujarnya.

Kendati demikian, politikus PDI Perjuangan itu meminta para psikolog memberikan tanggapan apakah film G30S/PKI bisa menimbulkan efek psikologis bagi anak-anak yang menontonnya.

"Kira-kira anak kecil nonton film itu apakah ada satu trauma-trauma dari kekerasan (dari film G30S/PKI), kalau jawabannya tidak ya gak apa-apa, nonton saja boleh," katanya.

Jika ternyata ada efek-efek psikologis yang menimbulkan ketakutan dan kecemasan, kata Ganjar maka sebaiknya film G30S/PKI tidak ditonton oleh anak-anak.

"Ditonton pada umur-umur tertentu, biar tidak jadi kontroversi karena ini nanti akan menjadi komoditas politik untuk dikontroversikan," ujarnya.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026