Logo Header Antaranews Jateng

Tarif Listrik Naik, Penjualan Elektronik Tak Terpengaruh

Kamis, 3 Agustus 2017 17:50 WIB
Image Print
Pedagang menata barang elektronik yang dijual di kawasan Glodok, Jakarta.(ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Semarang, ANTARA JATENG - Atlanta Electronics, salah satu toko elektronik di Semarang, menyebutkan penjualan produk-produk elektronik sejauh ini tidak terlalu terpengaruh adanya penyesuaian tarif listrik.

"Masyarakat sudah berpikir modern. Tarif listrik naik karena perkembangan zaman, tetapi barang elektronik sudah jadi kebutuhan," kata Manager Atlanta Electronics Mataram, Semarang, Yohannes Kristianto, di Semarang, Kamis.

Hal tersebut diungkapkannya usai pembukaan Spektra Meriah, pameran produk elektronik dan "furniture" di Matahari Plaza Simpang Lima Semarang yang digelar Spektra, sebagai "brand" FIFGroup dan Atlanta Electronics.

Atlanta Electronics saat ini memiliki tiga "outlet", yakni dua di Semarang, tepatnya di kawasan Mataram (Jalan MT Haryono) dan kawasan Ngaliyan, sementara satu gerainya berada di Yogyakarta.

Yohannes menjelaskan penjualan produk-produk elektronik di Atlanta Electronics selama ini juga tetap stabil, yakni rata-rata hari biasa 150-200 transaksi, sementara saat akhir pekan bisa mencapai 250 transaksi/hari.

"Itu per transaksi bisa lebih dari satu produk. Selama ini, masih di kisaran itu. Tidak ada pengaruhnya dengan tarif listrik naik, sebab untuk kebutuhan mau tidak mau pasti harus membeli," katanya.

Sebagai contoh, kata dia, masyarakat tentu menginginkan alat yang memudahkan mencuci baju sehingga pasti akan membeli mesin cuci karena memang sudah menjadi kebutuhan di era modern yang semakin praktis.

"Demikian pula AC (air conditioner), sekarang sudah bukan barang mewah lagi. Tetapi, sudah menjadi kebutuhan sehingga kebanyakan masyarakat sudah membeli atau memasang AC di rumahnya," katanya.

Di sisi lain, kata dia, produsen elektronik terus berinovasi menghadirkan teknologi terbaru dalam produk-produknya, sebagai contoh teknologi inverter yang lebih hemat daya listriknya.

Jadi, kata Yohannes, masyarakat juga semakin dimudahkan karena produk-produk yang hemat daya listrik secara automatis juga mengurangi biaya yang harus dikeluarkan untuk membayar tarif listrik.

"Teknologi inverter dimulai dari AC, meningkat di lemari es, kemudian ada juga mesin cuci berteknologi inverter. Ya, bagaimanapun juga, masyarakat tetap butuh perangkat elektronik," pungkasnya.




Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026