BPJS Ketenagakerjaan Kerja Sama dengan RS Diponegoro

id kerja sama rsnd

BPJS Ketenagakerjaan Kerja Sama dengan RS Diponegoro

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang Majapahit Yosef Rizal (dua dari kanan) bersama dengan Dirut RSND Prof Susilo Wibowo menandatangani kerja sama pelayanan kesehatan (Foto: ANTARAJATENG.COM/Aris Wasita Widiastuti)

Semarang, ANTARA JATENG - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Semarang Majapahit menjalin kerja sama dengan Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND).

"Dengan bertambahnya jaringan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang Majapahit ini harapan kami semakin banyak masyarakat yang merasa aman ketika mengalami risiko kerja baik itu kecelakaan maupun kematian," kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang Majapahit Yosef Rizal di sela penandatanganan kerja sama dengan pihak RSND di Semarang, Rabu.

Dia mengatakan RSND merupakan rumah sakit ke-5 yang digandeng oleh BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang Majapahit dalam rangka menangani risiko kecelakaan tenaga kerja.

Yosef mengatakan empat rumah sakit yang lain, yaitu RS Sultan Agung Semarang, RS Citarum, RS NU Demak, dan RS Kalijaga.

Dia berharap dengan bergabungnya RSND sebagai rumah sakit yang menyediakan fasilitas bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan, jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Jawa Tengah terus meningkat. Saat ini jumlah kepesertaan di Jawa Tengah sekitar 600.000 tenaga kerja.

"Apalagi kan RSND ini juga banyak didatangi oleh pasien dari Kabupaten Semarang. Harapannya ini sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan," katanya.

Direktur Utama RSND Profesor Susilo Wibowo menyambut baik adanya kerja sama itu.

Dia berharap kerja sama tersebut mampu meningkatkan pelayanan yang diberikan oleh tenaga medis RSND kepada pasien.

"Dengan adanya `backup` dari BPJS Ketenagakerjaan kami tidak lagi ragu untuk melakukan prosedur lanjutan kepada pasien terutama yang dalam kondisi parah, salah satunya untuk operasi," katanya.

Selain itu, Susilo juga berkomitmen membenahi alat-alat kesehatan "life saving" yang rusak.

Dia mengatakan RSND termasuk salah satu rumah sakit yang memiliki paling banyak alat "life saving".

"Sebagai contoh untuk `medical ventilator`, kami memiliki 15 unit tetapi 10 di antaranya rusak. Selama ini kami belum melakukan perbaikan karena anggaran sangat terbatas. Dengan adanya dukungan dari BPJS Ketenagakerjaan ini kami akan segera membenahi alat-alat yang rusak untuk selanjutnya dapat dioptimalkan kegunaannya," katanya.
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar