
HNSI: Pancaroba Persulit Nelayan Kecil

Semarang, ANTARA JATENG - Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Jawa Tengah menyatakan musim pancaroba yang terjadi beberapa minggu terakhir ini mempersulit nelayan kecil untuk melaut.
"Kalau mau tetap melaut risikonya besar sehingga sebagian dari mereka enggan untuk melaut," kata Wakil Ketua HNSI Jawa Tengah Ali Mulyono di Semarang, Senin.
Meski demikian, masih ada beberapa nelayan yang tetap melaut tetapi hanya dilakukan pada pagi hingga siang hari karena biasanya sore hari akan turun hujan.
Dia mengatakan saat hujan dan badai, nelayan tidak hanya berisiko terkena ombak besar tetapi juga proses penjaringan ikan tidak berjalan dengan baik.
"Kalau nelayan kecil kan cara menangkap ikan dengan menebarkan jaring secara manual, saat hujan ini akan sulit dilakukan sehingga meski melaut pun hasil tangkapannya tidak akan optimal," katanya.
Oleh karena itu, sebagian nelayan lebih memilih untuk memanfaatkan waktu dengan membenahi kapal dan jaring yang rusak dan ketika cuaca cukup bagus mereka hanya melaut dengan jarak yang lebih dekat.
Ali mengatakan biasanya kondisi akan membaik memasuki bulan Juni di mana musim pancaroba akan berlalu.
"Nanti saat bulan Juni justru ukuran ikan akan lebih besar karena saat musim peralihan begini kan nelayan jarang melaut, tangkapan ikan juga berkurang," katanya.
Sementara itu, mengenai penurunan volume tangkapan ikan ini pihaknya tidak memungkiri kondisi tersebut berdampak pada kenaikan harga ikan.
"Ada kenaikan sekitar Rp10 ribu/kg karena volume tangkapan berkurang. Biasanya nelayan dalam satu hari bisa dua kali melaut saat ini hanya bisa sekali, itupun hanya sebentar," katanya.
Pewarta: Aris Wasita Widiastuti
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
