Logo Header Antaranews Jateng

Hasil Revitalisasi Pasar Peterongan Dimasalahkan DPRD

Selasa, 14 Maret 2017 18:00 WIB
Image Print
Semarang - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menunjukkan atap di Pasar Peterongan yang masih terlihat berongga dan digarap asal-asalan. (Foto: ANTARAJATENG.COM/Zuhdiar Laeis)

Semarang, ANTARA JATENG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang kembali menyoroti Pasar Peterongan menyusul masih banyaknya keluhan pedagang terhadap pasar yang baru selesai direvitalisasi itu.

"Revitalisasi Pasar Peterongan ini kan menghabiskan dana yang tidak sedikit. Kurang lebih menelan anggaran Rp29 miliar," kata Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Agus Riyanto Slamet di Semarang, Selasa.

Semestinya, kata dia, dengan anggaran sebesar itu, sudah bisa memberikan tempat berdagang yang layak dan nyaman bagi pedagang, serta mengoptimalkan aktivitas perdagangan di pasar tradisional itu.

Dari hasil tinjauan yang dilakukan Komisi B DPRD Kota Semarang, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, menemukan banyak kekurangan sejalan dengan apa yang dikeluhkan para pedagang di Pasar Peterongan.

"Kemarin (13/3), kami sengaja ke sana untuk melihat seperti apa. Katanya, ada laporan talang bocor, beberapa titik tidak ada salurannya, dan sebagainya. Ternyata benar apa yang dikeluhkan pedagang," katanya.

Pihaknya segera memanggil Dinas Perdagangan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), dan kontraktor pelaksana untuk mengklarifikasi kekurangan-kekurangan dalam revitalisasi itu.

"Kami akan panggil Dinas Perdagangan, Bappeda, dan kontraktor. Ya, jadi bisa diketahui mana yang menjadi tanggung jawab pemerintah, mana yang tanggung jawab kontraktor. Segera tindak lanjuti," katanya.

Selain keluhan secara fisik bangunan, Agus mengakui adanya keluhan dari pedagang di lantai dua Pasar Peterongan yang sepi pembeli karena sulitnya akses pengunjung untuk menuju ke lantai atas pasar.

"Ini jadi pekerjaan rumah bersama agar penataan pedagang bisa dilakukan baik. Ya, nanti akan ditata lagi, misalnya kalau di lantai bawah masih ada yang kosong bisa dipenuhi dulu," katanya.

Kepala Bidang Pengembangan Sarana dan Prasarana Dinas Perdagangan Kota Semarang Nurkholis mengakui adanya kebocoran atap yang akan segera ditindaklanjuti dengan penambahan penahan air di atap.

"Kalau untuk keluhan pedagang di lantai dua, kami sebenarnya sudah memudahkan pengunjung dengan menyediakan dua tangga menuju lantai dua sebanyak dua unit, yakni di samping kanan dan kiri pasar," katanya.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026