Logo Header Antaranews Jateng

Djarum Perluas Area Tanam Kemitraan dengan Petani Tembakau

Kamis, 23 Februari 2017 16:22 WIB
Image Print
Seorang warga menyiangi rumput di antara tanaman tembakau di persawahan Desa Tegalurung, Bulu, Temanggung, Jawa Tengah. (FOTO ANTARA/Anis Efizudin)

Temanggung, ANTARA JATENG - Perusahaan rokok PT Djarum pada masa tanam tembakau 2017 berencana meningkatkan pola kemitraan dengan para petani di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, dalam program penanaman tembakau.

Slamet Suradi dari PT Djarum di Temanggung, Kamis, mengatakan tahun ini perusahaannya menargetkan pola kemitraan penanaman tembakau seluas 700 hingga 800 hektare.

"Target tersebut meningkat dibanding tahun 2016 seluas 490 hektare," katanya usai menjadi pembicara pada sosialisasi pertembakauan masa tanam tahun 2017 yang diselenggarakan Pemkab Temanggung di Pendopo Pengayoman.

Ia menuturkan dalam kondisi musim normal dengan pola kemitraan satu hektare lahan tembakau bisa menghasilkan sekitar satu ton tembakau rajangan kering.

Ia mengatakan mereka yang menjadi peserta pola kemitraan diharapkan mengikuti panduan dari PT Djarum. Berdasarkan pengalaman ada beberapa petani yang belum bisa mengikuti panduan tersebut, karena latar belakang petani bermacam-macam.

"Kalau mereka tidak mengikuti panduan dari PT Djarum hasil panenannya tetap kurang baik," katanya.

Menurut dia jika secara standar kualitasnya tidak baik, meskipun yang bersangkutan ikut kemitraan maka Djarum tidak akan membeli tembakau tersebut.

"Hanya tembakau yang sesuai dengan standar kualitas yang akan dibeli," katanya.

Ia menyebutkan pada 2016 PT Djarum menargetkan pembelian tembakau Temanggung sebanyak 4.500 ton, namun realisasinya mencapai sekitar 4.800 ton.

Menurut dia kualitas tembakau pada 2016 kurang bagus karena pengaruh cuaca. PT Djarum tetap melakukan pembelian karena toleransi dan tembakau yang dibeli pun dipilih yang masih bisa digunakan untuk bahan rokok kretek.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026