
Pengusaha Sukseskan Swasembada Daging Sapi

Semarang, ANTARA JATENG - Pengusaha daging sapi Kota Semarang siap menyukseskan program swasembada daging yang dicanangkan oleh Pemerintah Republik Indonesia.
"Selama ini kan target pemerintah adalah swasembada daging sapi dan ini belum berhasil," kata Sekretaris Paguyuban Pengusaha Daging Sapi Kota Semarang Heri Setiawan di Semarang, Selasa.
Dia mengakui selama ini pengusaha daging sapi berharap bisa mengambil peran yang lebih besar tetapi terbentur oleh kendala di lapangan, salah satunya mata rantai penjualan sapi yang terlalu panjang.
Menurut Heri, para pengusaha daging sapi atau jagal itu tidak bisa membeli sapi dari peternak karena seolah hubungan antara jagal dengan peternak dipersulit oleh sejumlah pihak yang ingin memperoleh keuntungan.
"Yang terjadi di lapangan adalah peternak, petani ternak, maupun kelompok tani menjual sapi ke blantik. Blantik ini ada dua, yaitu blantik area dan blantik pasar, kami membeli dari blantik pasar," katanya.
Oleh karena itu, dia menilai wajar jika harga menjadi tinggi dan akhirnya harus ada daging sapi impor.
Meski demikian, dia mengakui tidak semua konsumen bisa menerima keberadaan daging sapi impor.
"Sebagian dari mereka tetap memilih daging sapi lokal karena lebih segar, kalau impor kan didatangkan dalam bentuk beku. Menurut konsumen rasanya juga tidak seenak yang lokal," katanya.
Menghadapi situasi tersebut, Paguyuban Pengusaha Daging Sapi Kota Semarang menyambut baik pendirian koperasi yang direncanakan oleh Kadin.
Dengan adanya pendirian koperasi tersebut, diharapkan bisa mempertemukan jagal dengan para peternak.
"Dengan begitu mata rantai yang terlalu panjang khususnya blantik-blantik ini bisa dipotong. Kami juga bisa menjual harga daging sapi lebih murah," katanya.
Dia memprediksi pemotongan mata rantai penjualan sapi akan diikuti oleh penurunan harga daging sapi.
Dia mengatakan saat ini harga daging sapi di pasaran masih di kisaran Rp90 ribu-100 ribu/kg.
"Kalau kami bisa membeli langsung dari peternak harapannya harga daging sapi bisa turun, paling tidak berada di kisaran Rp80 ribu/kg," katanya.
Dengan penurunan harga diikuti oleh kualitas daging sapi lokal, dia berharap impor daging sapi tidak lagi dilakukan dan Indonesia, khususnya Kota Semarang bisa swasembada daging sapi.
Pewarta: Aris Wasita Widiastuti
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
