Logo Header Antaranews Jateng

Siswa dan Perajin Banyumas Membatik secara Massal

Selasa, 8 November 2016 17:08 WIB
Image Print
Anggota Kelompok Sadar Wisata binaan PT Pelindo I belajar membatik di Kampung Batik Giriloyo, Yogyakarta, Jumat (21/10). ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi/aww/16.

Banyumas, Antara Jateng - Sebanyak 30 siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Sokaraja dan 30 perajin di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, membatik secara massal guna memperingati Hari Batik Nasional.

"Kita ingin memperingati hari batik dengan kegiatan yang berbeda, tidak hanya sekedar seremonial," kata Bupati Banyumas Achmad Husein di Banyumas, Selasa.

Kegiatan membatik pada kain sepanjang 60 meter tersebut dilaksanakan di Pendopo Sipanji Purwokerto.

"Hari ini kita bersama-sama pelajar dan perajin membatik pada kain 60 meter. Dan kami berharap karya ini akan menjadi kebanggaan pada kegiatan-kegiatan selanjutnya," kata bupati.

Bupati menambahkan, peringatan yang dilakukan secara berbeda tentu akan menjadi momentum untuk meningkatkan karya batik.

Selain itu, dia menambahkan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk menjadikan batik Banyumas lebih terkenal dan variatif.

"Kita berharap agar batik Banyumas lebih dicintai tidak hanya oleh masyarakat Banyumas, tetapi bisa go nasional bahkan internasional," katanya.

Sementara itu, kegiatan membatik pada kain 60 meter itu diawali oleh bupati berserta istri, wakil bupati berserta istri serta ketua DPRD berserta istri.

Dalam kegiatan itu, para siswa dipandu oleh guru-guru SMAN Sokaraja dan juga para perajin batik.

Sementara itu, salah satu pelajar SMAN Sokaraja Nur Fadila Fitriani mengaku sedikit kesulitan dalam membatik.

"Sedikit kesulitan dalam kegiatan membatik massal semacam ini, karena tidak memakai gawangan," katanya.

Namun, kata dia, dirinya bangga bisa terlibat dalam kegiatan tersebut dan berharap bisa memotivasi generasi muda lainnya untuk lebih mencintai batik Banyumas.



Pewarta:
Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026