
Daun Kering Ini Diolah Jadi Kerajinan Bernilai Jual

Semarang, Antara Jateng - Sekelompok pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Kamudhanaga, Semarang, berkreasi membuat berbagai produk kerajinan bernilai jual berbahan dasar daun-daun kering.
"Ya, terinspirasi dari banyaknya dedaunan yang berjatuhan dan berserakan. Kenapa tidak dimanfaatkan?," kata anggota Karang Taruna Hamudhanaga, Hasanah Ratri Handayani, di Semarang, Senin.
Hal tersebut diungkapkannya di sela beraudiensi dengan Dinas Sosial Pemuda dan Olahraga Kota Semarang mengenai persiapan Expo Kepemudaan Kota Semarang 2016 yang bakal digelar 1-2 Oktober mendatang.
Bersama dengan kawan-kawannya di karang taruna, jebolan Jurusan Biologi Universitas Negeri Semarang (Unnes) itu memutar otak untuk memanfaatkan sampah daun itu hingga akhirnya menemukan solusinya.
"Daun-daun yang sudah kami kumpulkan, kemudian direndam dengan lumpur. Setelah itu, daun direbus dengan bahan kimia, disikat hingga tersisa tulang daunnya. Terakhir, tahap pewarnaan," katanya.
Hasilnya, berbagai produk kerajinan, mulai gantungan kunci berbentuk daun beraneka warna, bunga hias yang sudah diboks, baik yang per biji maupun yang dirangkai, pembatas buku, hingga kaligrafi.
"Tidak semua daun memang, sebab harus dicermati teksturnya. Biasanya, kami pakai daun pohon boddhi, sirsak, dan mahoni. Jadinya, seperti ini," katanya, seraya menunjukkan produk kaligrafi dari daun.
Dengan label "Lonleaf" yang membuka bengkel produksi di Jalan Karangrejo V RT 03/RW 03, Banyumanik, Semarang, Ratri dipercaya sebagai koordinatornya karena memelopori temuan produk kerajinan itu.
"Hasilnya lumayan. Yang paling banyak dicari adalah gantungan kunci. Dalam sebulan, permintaan sampai hampir 100 buah. Selebihnya, produk-produk lainnya. Ada sekitar 20-an anggota karang taruna," katanya.
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
