Logo Header Antaranews Jateng

CommunicAsia 2016 Tampilkan Produk Teknologi Terbaru

Rabu, 1 Juni 2016 15:57 WIB
Image Print
Direktur Riset dan Produksi PT ICK Sujoko (kedua dari kanan) memberikan penjelasan tentang teknologi antisadap karya anak bangsa kepada pejabat Kementerian Perindustrian Ir. Zakiyudin, M.A. (paling kanan) di paviliun Indonesia dalam pameran Communi


Singapura, Antara Jateng - Pada ajang bergengsi teknologi informasi dan bisnis digital CommunicAsia 2016 di Singapura, mulai Selasa (31/5) hingga 3 Juni mendatang, menampilkan produk teknologi terbaru.

Direktur Riset dan Produksi PT Indoguardika Cipta Kreasi (ICK) Sujoko di sela pameran internasional CommunicAsia 2016 Singapura, Rabu (1/6), mengatakan bahwa ajang tersebut memamerkan berbagai teknologi terbaru dalam 3D printing, internet of things (IOT), cyber security, smart city, dan berbagai teknologi canggih lainnya.

"Teknologi terbaru tersebut dapat berperan besar dalam kehidupan bisnis serta sosial dunia," katanya dari Singapura kepada Antara Jateng.

Sekitar 1.840 perusahaan dari seluruh dunia, termasuk delapan perusahaan dan komunitas teknologi informasi Indonesia, kata Sujoko, ikut menyemarakkan gelaran CommunicAsia 2016.

Menyinggung CommunicAsia 2016, Sujoko mengatakan, "Pameran teknologi informasi dan komunikasi (ICT) serta konferensi itu diadakan sejak 1979."

Acara tersebut, kata Sujoko, lazim berjalan bersamaan dengan pameran BroadcastAsia dan Enterprise IT yang semuanya dioperasikan oleh Singapore Exhibition Services.

Pada tahun ini, lanjut kata dia, berlangsung di Marina Bay Sands, Singapura, sebuah lokasi pameran serupa Jakarta International Expo di Kemayoran.

Zakiyudin, pejabat Kementerian Perindustrian, yang hadir dalam pameran itu, menyebutkan ada lima lagi perusahaan dan komunitas TI Indonesia lain yang tergabung dalam paviliun Indonesia di Hall F, Marina Bay Sands, Singapura.

Kelimanya adalah Asosiasi Piranti Lunak Indonesia (Aspiluki), Cimahi Creative Association, Bandung Technopark, Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo), serta Asosiasi Industri Kreatif dan Animasi (Ainaki).

"Semua perwakilan yang ada di paviliun Indonesia ini di bawah kordinasi Kementerian Perindustrian," katanya.

Kementerian Perindustrian sendiri menyambut baik industri di Tanah Air yang memproduksi alat antisadap. Hal ini merupakan langkah maju dalam teknologi sekaligus menyasar ceruk pasar yang tepat.

"Kami mengapresiasi keikutsertaan ICK dalam pameran ini karena saat ini tidak ada perusahaan antisadap lainnya di Indonesia selain ICK," ujar Zakiyudin.

Ia menambahkan bahwa pasar teknologi antisadap ini masih sangat berkembang dan peluangnya masih sangat terbuka lebar. Kebutuhan itu meningkat seiring dengan makin tingginya tingkat ketergantungan masyarakat pada teknologi.

Turut hadir pada pemeran yang diikuti 1.840 perusahaan dari seluruh dunia itu, antara lain, Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah.

Dalam kesempatan tersebut, dia menyampaikan pentingnya Indonesia memperkuat teknologi dalam negeri.

Arief berharap produk-produk teknologi anak bangsa bisa berkibar di Tanah Air.

Vide: Produk Enkripsi Indonesia Dipamerkan di Singapura



Pewarta :
Editor: Kliwon
COPYRIGHT © ANTARA 2026