Boyolali, Antara Jateng Sri Murtini, warga Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, ketika asyik berswafoto (selfie), tasnya berisi uang senilai Rp10 juta raib. Padahal, pengusaha penggilingan padi itu sudah meletakkan tasnya di bagian bawah jok depan mobilnya agar tidak terlihat dari luar.
"Tas saya taruh di bawah jok hilang dicuri, uang Rp10 juta dan dokumennya hilang," kata Sri Murtini usai melaporkan kejadian itu di Polsek Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Kamis.
Menurut korban, dirinya turun dari mobilnya untuk sekadar swafoto, sedangkan mobil Suzuki Dmax nopol AD 1923 HZ miliknya diparkir di alun-alun tidak jauh dari Gedung Sapi Ndekem, tempatnya ber-selfi.
Hingga saat ini, Kepolisian Resor (Polres) Boyolali masih menyelidiki kasus pencurian uang senilai Rp10 juta di dalam sebuah mobil yang diparkir di kompleks Perkantoran Terpadu Pemerintah Kabupaten Boyolali, Kemiri,Mojosongo, sekitar pukul 13.00 WIB.
Kepala Polres Boyolali AKBP Budi Sartono melalui Kapolsek Mojosongo AKP Suwanto mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan saksi di lokasi kejadian.
Berdasarkan laporan Sri kepada pihak kepolisian, peristiwa pencurian itu berawal dari korban yang baru pulang dari Kantor Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanian Boyolali sebagai narasumber masalah pangan.
Korban bersama rekannya, Teguh Kusumo Prihandono, dengan mengendari mobil Suzuki Dmax kemudian mampir ke anjungan tunai mandiri (ATM) di SPBU Kemiri Boyolali untuk mengambil uang.
Ketika melewati kompleks Perkantoran Terpadu Pemkab Boyolali, korban menghentikan mobilnya untuk melihat bangunan Gedung Sapi Ndekem di kawasan dekat alun-alun itu.
Korban lantas turun dari mobilnya untuk sekadar swafoto sedangkan mobil Suzuki Dmax yang mereka kendarai diparkir di alun-alun tidak jauh dari Gedung Sapi Ndekem. Namun, setelah kembali ke mobilnya, korban kaget melihat kaca mobil bagian belakang sisi kanan pecah.

