
Kerajinan Karya Napi Dibanjiri Pemesan

Kepala Lapas Kelas IIA Pekalongan Suprapto di Pekalongan, Selasa, mengatakan bahwa beberapa produk karya para warga binaan, antara lain tong sampah batik, sandal hotel, handuk alat tenun bukan mesin (ATBM), replika bonsai, lukisan, dan kaligrafi alumunium.
"Penawaran dan promosi produk karya warga binaan ini dilakukan secara 'online'. Banyak pemesan yang memesan produk melalui 'online' sehingga membuat kami kewalahan," katanya.
Selain menawarkan produk kerajinan karya warga binaan melalui "online", kata dia, lapas juga rutin mengikuti beragam kegiatan promosi di daerah sendiri dan luar kota.
Menurut dia, hasil kreativitas para napi itu sebagai upaya menunjukkan pada masyarakat jika warga binaan tetap bisa berkarya serta menghasilkan kreativitas tanpa batas meski di tempat yang terbatas.
"Kita memang memberikan pelatihan pada warga binaan melalui program 'Kelas Inspirasi'. Salah satu bentuknya adalah membuat berbagai produk kerajinan tangan," katanya.
Ia mengatakan pelatihan ketrampilan bagi warga binaan itu bisa menumbuhkan jiwa "entrepreneur" pada setiap pesertanya sehingga setelah mereka bebas setelah menjalani pidana dan kembali ke masyarakat akan bisa membuka usaha sendiri.
"Kita mempunyai filosofi, kalau warga binaan ini kemudian bisa bekerja dan membuka usaha sendiri. Mereka tidak akan berpikir macam-macam lagi, mencari penghasilan dengan melanggar hukum," katanya.
Pewarta: Kutnadi
Editor:
hernawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
