
AEKI: Indonesia Mampu Hasilkan Kopi 90 Plus

"Cara perawatan kopi ini harus memperoleh cukup nutrisi, karena nutrisi diperlukan dalam pembentukan buah kopi itu sendiri. Kalau nutrisi tidak bagus maka tidak bisa menghasilkan biji kopi yang bagus," kata Ketua AEKI Jateng Mulyono Susilo di Semarang, Minggu.
Menurut dia, selama ini yang masih menjadi masalah di Indonesia adalah dalam satu kebun bisa terdapat 3-4 macam jenis kopi. Padahal, kondisi tersebut berdampak pada nutrisi yang diasup oleh tanaman kopi menjadi tidak maksimal.
"Seharusnya dalam satu kebun hanya ada satu macam kopi, dengan begitu hasil biji kopi akan unggul dan berkualitas baik," ucapnya.
Selain itu, pihaknya berharap agar petani lebih memerhatikan cara petik dan perawatan pascapanen. Untuk cara petik biji kopi harus dilakukan ketika biji dalam keadaan yang benar-benar matang.
"Sedangkan untuk proses penjemuran dan pengupasan biji kopi harus benar-benar dipastikan ketepatannya. Jangan sampai tidak dilakukan dengan cara yang benar yang akan berdampak pada rasa dan aroma kopi," tuturnya.
Menurut dia, belum maksimalnya proses penanaman serta perawatan pascapanen kopi tersebut berdampak pada rendahnya volume panen biji kopi yang memiliki kualitas baik.
"Saat ini kopi yang sedang banyak diminati adalah jenis 90 plus, kopi ini kualitasnya lebih baik dari spesialiti, tetapi sayangnya hingga saat ini Indonesia masih impor kopi jenis ini," imbuhnya.
Menurut dia, jika para petani konsisten memberikan perawatan yang baik dan menanam sesuai dengan aturan yang berlaku maka bukan tidak mungkin Indonesia bisa menghasilkan kopi kualitas 90 plus.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Zuhdiar Laeis
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
