
Pengadaan Beras Bulog Kedu Capai 71,6 Persen

Kepala Perum Bulog Subdivre Wilayah V Kedu Imron Rosidi di Temanggung, Kamis, mengatakan serapan beras tersebut terdiri atas beras medium dan premium.
Ia mengatakan penyerapan beras terus mengalami penurunan. Pada kondisi normal, Bulog Subdivre Wilayah V Kedu mampu menyerap 500 hingga 700 ton beras per hari.
Namun, akhir-akhir ini beras yang terserap hanya kisaran 50 ton per hari.
"Bahkan selama Oktober ini sering kosong. Kadang bisa mendapatkan beras meski paling banyak hanya 50 ton, tetapi bisa dua hingga tiga hari kosong tidak ada serapan beras sama sekali atau serapan beras nol," kata Imron usai sosialisasi rastra ke-13 dan 14 di Graha Bumi Phala Temanggung.
Ia mengaku pesimistis target pengadaan beras sebanyak 60.000 ton bisa tercapai.
Menurut dia tidak tercapainya target penyerapan beras selama satu tahun ini karena beberapa faktor, yakni di awal tahun, Perum Bulog belum banyak melakukan penyerapan karena harga pokok pembelian (HPP) baru ditetapkan pada Maret 2015. Sementara HPP lama masih jauh di bawah harga beras di pasaran.
"Kondisi ini membuat aktivitas penyerapan terganggu," katanya.
Setelah masa panen habis, katanya musim kemarau berlangsung lebih panjang dan saat ini malah hampir tidak ada panen serta tidak ada kegiatan tanam oleh petani karena ketersediaan air tidak cukup.
"Kemungkinan penyerapan beras kembali lancar pada tahun depan, setelah panen," katanya.
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Kliwon
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
