Logo Header Antaranews Jateng

Pembangunan Museum Liyangan Tunggu Zonasi BPCB

Senin, 12 Oktober 2015 08:23 WIB
Image Print
Arkeolog melakukan pemetaan di titik penemuan benda bersejarah areal situs Liyangan, Desa Purbosari, Ngadirejo, Temanggung, Jateng, Senin (23/6). Balai Arkeologi dan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) melakukan eskavasi dan penelitian lanj

"BPCB baru melakukan proses zonasi kawasan Liyangan pada 2016, maka rencana membuat DED atau masterplan dengan melibatkan peran serta masyarakat lewat lomba desain museum yang semula dijadwalkan tahun ini kemungkinan diundur," katanya di Temanggung, Senin.

Ia mengatakan rencana semula adalah eksekutif mengajukan anggaran untuk membuat DED atau masterplan dengan melibatkan peran serta masyarakat lewat lomba desain museum.

"Anggaran sudah ada, Rp150 juta. Sayangnya, proses penentuan zonasi belum bisa dilakukan tahun ini sehingga lomba yang rencananya dijadwalkan November 2015 juga pasti mundur," katanya.

Pembangunan museum tidak bisa dilakukan tanpa perencanaan zonasi yang matang, karena Museum Liyangan selain sebagai tempat penyimpanan benda-benda bersejarah temuan di sekitar situs peninggalan Mataram Kuno tu akan menjadi tempat wisata berbasis pendidikan.

Menurut dia, dengan memiliki museum diharapkan kunjungan wisatawan meningkat.

"Selain itu, nantinya museum dapat menjadi tempat mengamankan dan menata benda-benda bersejarah yang selama ini berserakan," katanya.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026