
Kapal Menuju Pulau Karimunjawa Diimbau Tak Berlayar

"Hari ini (17/9), ketinggian gelombang laut maksimal 2--3 meter sehingga tidak aman untuk aktivitas pelayaran di laut," ujarnya di Jepara, Kamis.
Ia mengatakan, aktivitas pelayaran ditunda sementara sejak Rabu (16/9) karena gelombang laut cukup tinggi.
Pada saat itu, kata dia, ketinggian gelombang maksimal 2,2--3 meter dengan kecepatan angin 16 knot.
Saat itu, lanjut dia, tidak ada pengajuan pelayaran, khususnya kapal penyeberangan.
"Ketika kondisi riil ketinggian gelombangnya di tengah mencapai 3 meteran, tentu tidak akan diizinkan demi keselamatan penumpang," ujarnya.
Demikian halnya, kata dia, untuk prakiraan cuaca pada Jumat (18/9) ketinggian gelombang maksimal 2--3 meter.
Biasanya, lanjut dia, ketinggian gelombang di laut tidak selalu mencapai 3 meter.
Akan tetapi, kata dia, hal demikian diserahkan kepada pihak nakhoda kapal penumpang dan ASDP setempat.
"Mereka juga akan berkoordinasi dengan Karimunjawa apakah gelombang lautnya cukup tinggi atau tidak. Ketika di tengah mencapai 3 meter tentu mereka juga tidak berani mengoperasikan kapal," ujarnya.
Ia menegaskan, dalam hal pemberian pelayanan berlayar tidak selalu kaku, karena mempertimbangkan pula kondisi gelombang secara riil di lapangan.
"Jika semua pihak menghendaki dan kondisi di Karimunjawa juga berbeda, tentunya kami persilakan ketika kondisinya memang aman untuk berlayar," ujarnya.
Hal demikian, kata dia, disampaikan pula kepada sejumlah pihak terkait, mulai dari ASDP, pengelola kapal ekpres bahari, dan pelaku usaha di laut.
Ia mengatakan siap mengakomodasi setiap masukan dan keputusan setelah mempertimbangkan kondisi riil di lapangan juga bisa berubah.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Kliwon
COPYRIGHT © ANTARA 2026
