
Forum Kilometer Nol Suguhkan Topeng Klana

"Tarian klasik klana dari Cirebon ini berangkat dari tradisi kerakyatan yang kemudian diangkat ke keraton," kata Indra Oktora, penari Magelang yang pernah belajar selama beberapa tahun kepada seorang penari topeng klana Cirebon, di sela sarasehan atas performanya dalam pergelaran tersebut di Borobudur, Sabtu (12/9) malam.
Ia menyuguhkan tarian topeng klana dalam pergelaran secara mandiri putaran keenam FKN Borobudur di Pendopo Rumah Buku Duniatera, sekitar 500 meter timur Candi Borobudur, yang antara lain disaksikan pegiat kelompok seniman Gabungan Seniman Borobudur Hatmojo, pengelola Galeri Pawon Art Space di dekat Candi Pawon, Kecamatan Borobudur Cipto Purnomo, budayawan Komunitas Lima Gunung Kabupaten Magelang Sutanto Mendut, para seniman musik eksplorasi yang tergabung dalam kelompok "Jodhokemil" Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang pimpinan Arif Sigit Prasetyo.
Pementasan tarian topeng klana yang untuk memperluas wawasan tentang khasanah karya seni pada umumnya, terutama kepada para seniman setempat itu, juga ditandai dengan pemasangan di tampah berbagai sesaji, seperti jenang merah, jenang putih, teh, kopi, air putih, jambu air, pisang raja, rambut, bedak, sisir, cobek batu, muntu kayu, kembang, rokok, uang kepeng, dan kemenyan.
Indra yang belum lama ini menyelesaikan kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta dan belajar tentang tarian topeng klana Cirebonan itu, mengemukakan cukup banyaknya varian tarian tersebut yang berkembang di berbagai daerah.
"Bercerita tentang Prabu Panji, tari topeng klana dengan berbagai nama, berkembang di sejumlah daerah di Indonesia, cukup banyak juga catatan tentang tarian itu di luar negeri, seperti di Belanda," kata Indra yang juga pemimpin Komunitas Watu Magelang itu.
Selain menjelaskan tentang kostum tarian, dalam sarasehan budaya tersebut, Indra antara lain juga menjelaskan bahwa tarian topeng klana yang menceritakan kisah Raden Panjit (Kediri) meminang Dewi Sekartaji (Panjalu), tentang cara mementaskan tarian itu, dan pemaknaan atas kesenian tersebut.
Di Cirebon, Jawa Barat, yang menjadi salah satu daerah persebaran tarian topeng klana, katanya, kesenian tersebut antara lain dibawakan penari dalam tiga kesempatan, yakni "bebarangan", pertunjukan, dan ritual.
"Bertutur tentang nilai-nilai budaya, budi pekerti manusia," katanya.
Sutanto Mendut memberikan apresiasi atas sajian tarian topeng klana Cirebonan tersebut pada kesempatan itu.
"Saya senang ada orang Magelang yang belajar dan menyenangi tarian dari daerah lain, seperti topeng klana Cirebonan ini. Ini menunjukkan bahwa sekarang ini generasi muda seniman kita semakin penuh warna," katanya.
Pada kesempata itu, Indra bersama sejumlah seniman muda lainnya juga menyuguhkan performa tarian garapan berjudul "Pesthi Cinanthel Pati" bersumber dari kisah Bharatayuda tentang tokoh Raden Burisrawa dan Raden Samba, sedangkan beberapa penyair Forum Kilometer Nol Borobudur menyajikan karya puisinya.
Pewarta: M Hari Atmoko
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
