
Pedagang Bakso Berharap Impor Daging Sapi Dilanjutkan

"Jangan ditutup total karena keberadaan daging sapi impor ini untuk memenuhi kebutuhan pasar, selain itu juga mengantisipasi jika sewaktu-waktu ada kenaikan harga pada daging sapi lokal," kata Ketua Apmiso Kota Semarang Edi Suwarno di Semarang, Selasa.
Diakuinya, sejauh ini para pedagang bakso masih menggunakan daging sapi lokal karena kualitasnya yang lebih bagus dibandingkan impor.
"Dulu kami pernah coba menggunakan daging impor tetapi kendalanya setiap pembelian harus dalam jumlah banyak yaitu minimal 25 kilogram, padahal kami tidak memiliki lemari pendingin yang bisa menyimpan daging sebanyak itu. Tetapi memang yang utama adalah kualitasnya kalah dibandingkan daging sapi lokal," katanya.
Menurutnya, hasil bakso dengan bahan daging sapi lokal lebih enak, kenyal, dan kuahnya juga lebih sedap dibandingkan menggunakan daging sapi impor.
Demi mempertahankan kualitas tersebut, para pedagang tak keberatan dengan harga daging sapi lokal yang jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga daging sapi impor. Jika untuk harga daging sapi lokal perkilogramnya di kisaran Rp98 ribu-Rp100 ribu, untuk daging sapi impor beku dijual dengan harga Rp72 ribu-Rp73 ribu/kg.
"Meski harga lebih mahal kami berusaha tetap menggunakan daging sapi lokal. Oleh karena itu, kami khawatir jika larangan impor jadi diterapkan akan memengaruhi stok daging sapi lokal di pasaran," katanya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
