Siti Wahyuningsih di Solo, Selasa, mengatakan, sistem ini dirancang dalam bentuk informasi yang ditayangkan selama 24 jam untuk memberikan pelayanan kesehatan dan penanganan pertama kondisi gawat darurat kepada warga kota ini.
Menurut dia, SPGDT adalah sistem informasi untuk melihat dokter jaga, jumlah kamar yang tersisa di rumah sakit, jumlah kamar rumah sakit dan dokter jaga dapat digunakan bila pasien ingin dirawat di suatu Rumah Sakit,
Ia mengatakan melalui DKK, Pemkot Surakarta mengoptimalkan pelayanan kesehatan serta informasi untuk masyarakat melalui "call center" 119 yang telah disiapkan penjagaan hingga 24 jam.
Dikatakan, selain melalui "call center" 119, sistem informasi keadaan kamar rawat inap dan dokter jaga dapat dilihat di website : http//spgdt.surakarta.go.id, dengan sistem informasi ini diharapkan pasien tidak bingung dalam mencari kamar di rumah sakit dan diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat. SPGDT ini dibuat dua sistem yang terdiri yakni SPGDT hari per hari dan SPGDT berencana.
Siti Wahyuningsih menerangkan, SPGDT akan dirancang terkoneksi dengan semua rumah sakit negeri maupun swasta, PMI, serta puskesmas rawat inap, agar pelayanan kepada masyarakat cepat tertangani.
"Ya koneksi tersebut dihubungkan melalui aplikasi yang terhubung antar 'call center' dengan unit pelayanan yang terkait. Nantinya, SPGDT akan menayangkan informasi mengenai rumah sakit yang siap melayani darurat," katanya.
Wali Kota Surakarta FX. Hadi Rudyatmo berharap, penanganan terhadap masyarakat harus dioptimalkan, dengan adanya SPGDT ini keluhan tentang pelayanan kesehatan serta yang lainnya untuk masyarakat bisa berkurang.
"SPGDT ini seharusnya ada ambulan khusus yang kita miliki sendiri untuk pelayanan panggilan darurat untuk masyarakat. Sebab, banyak ambulance dari pihak rumah sakit jika diperlukan masyarakat hanya beralasan penuh," katanya.

