
Transaksi Nontunai di Jateng Meningkat

"Data penurunan tersebut menunjukkan mulai banyak masyarakat yang beralih dari kliring ke elektronik," ujarnya di Semarang, Senin.
Beberapa hal lain yang terlihat yaitu mulai banyaknya outlet di Semarang yang menggunakan transaksi nontunai. Beberapa di antaranya juga terlihat di sektor publik salah satunya pembayaran tarif tol.
"Ke depan kami juga akan menerapkan di SPBU dan lebih banyak minimarket, sekarang sudah ada beberapa minimarket yang menerapkan ini," katanya.
Selain itu, pihaknya juga akan mengedukasi siswa sekolah untuk menggunakan transaksi nontunai. Saat ini sudah banyak siswa sekolah di Yogyakarta yang menggunakan transaksi ini untuk membeli buku di Gramedia dan membayar tarif Transjogja.
"Dalam waktu dekat ini kami akan melakukan sosialisasi kepada siswa-siswi di sejumlah sekolah di Semarang, harapannya budaya yang sudah diterapkan di Jogja bisa diterapkan di Semarang dan sejumlah kota besar lain di Jateng," katanya.
Bahkan, mulai tahun depan pihaknya akan menerapkan gerakan transaksi nontunai di dua perguruan tinggi di Semarang yaitu Universitas Diponegoro dan Universitas Islam Sultan Agung.
Sementara itu, pihaknya juga berharap Pemerintah Daerah juga menerapkan transaksi nontunai melalui elektronik budgetting untuk penggunaan anggaran di masing-masing daerah. Salah satunya daerah yang sudah menerapkan yaitu Kabupaten Kendal, diharapkan seluruh kabupaten dan kota di Jateng bisa ikut menerapkan gerakan tersebut.
"Pada dasarnya dengan menerapkan transaksi nontunai maka aspek transparansi dan keamanan akan tercapai. Oleh karena itu, transaksi ini penting diterapkan terutama dari sisi penerimaan," katanya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
