Logo Header Antaranews Jateng

Pasar Peterongan Semarang Bakal Direvitalisasi

Senin, 10 November 2014 20:43 WIB
Image Print
Ilustrasi (Foto ANTARA/Heru)

"Kami sudah menyosialisasikan rencana ini (revitalisasi, red.) kepada para pedagang di Pasar Peterongan Semarang," kata Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Trijoto Sardjoko di Semarang, Senin.

Menurut dia, kondisi Pasar Peterongan sekarang ini sudah tidak representatif menampung banyaknya pedagang sehingga akhirnya banyak pedagang yang memilih berjualan di pinggir jalan di luar pasar.

Ia menjelaskan tempat relokasi sementara bagi para pedagang ketika proses revitalisasi Pasar Peterongan berjalan juga sudah dipikirkan, yakni berlokasi persis di belakang Pasar Peterongan.

"Di belakang Pasar Peterongan kan sudah ada pasar inpres. Jadi, nantinya bisa digunakan pedagang untuk berjualan sementara saat Pasar Peterongan menjalani revitalisasi," ungkapnya.

Trijoto menargetkan proses revitalisasi Pasar Peterongan bisa diselesaikan dalam satu tahun anggaran dengan alokasi sekitar Rp30 juta dan strukturnya berupa bangunan berlantai dua.

"Beberapa waktu lalu, kami sudah bertemu dengan perwakilan pedagang Pasar Peterongan sesuai kelompok jenis barang dagangan. Kurang lebih ada 40 pedagang yang hadir dalam sosialisasi," tukasnya.

Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Kota Semarang Danur Rispriyanto memberikan tanggapan positif atas rencana revitalisasi Pasar Peterongan yang dilakukan dalam satu tahun anggaran.

"Revitalisasi pasar itu kan sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD), yakni setiap tahun dilakukan revitalisasi dua pasar," kata politikus Partai Demokrat itu.

Melihat pengalaman revitalisasi pasar tahun-tahun sebelumnya yang sering molor, ia mengatakan sebaiknya memang dilakukan dalam satu kali masa penganggaran, tidak lagi dilakukan secara bertahap.

"Sebaiknya memang (revitalisasi pasar, red.) dilakukan dalam satu kali tahun anggaran. Dari aspek pembiayaan dan pelaksanaannya juga lebih efisien. Tidak lagi molor seperti sebelumnya," katanya.

Danur mengatakan molornya revitalisasi pasar pada akhirnya menjadikan para pedagang kesulitan karena mereka tidak bisa segera menempati pasar baru karena beberapa tahun anggaran tidak kunjung rampung.



Pewarta:
Editor: Zuhdiar Laeis
COPYRIGHT © ANTARA 2026