Arab Saudi Peringatkan Perang Saudara di Irak
Kamis, 19 Juni 2014 7:41 WIB
Petugas pemadam kebakaran memeriksa sebuah pasar yang hancur setelah serangan helikopter pasukan keamanan Irak di Ramadi, Irak, Minggu (8/6). Lebih dari 420.000 orang telah meninggalkan dua kota utama di Provinsi Anbar, yaitu Falluja dan Ramadi, seja
"Kerusuhan di Irak membawa tanda-tanda perang saudara dengan dampak tak terduga untuk wilayah tersebut," kata Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Saud al-Faisal, dalam pembukaan pertemuan Blok Islam, di kota Laut Merah, Jeddah.
Pangeran Saud memperbaharui tuduhan Arab Saudi, pengecualian kebijakan sektarian minoritas Sunni Arab di Irak, yang diimplementasikan pemerintah Perdana Menteri Irak, Nuri al-Maliki, adalah penyebab kekerasan itu.
"Kekerasan ini membuka jalan bagi negara-negara dengan niat buruk terhadap Irak melanjutkan plot mengancam keamanan, stabilitas, persatuan nasional dan rasa identitas Arab," kata Pangeran Saud.
Sambutannya itu muncul saat Presiden Iran, Hassan Rouhani, mengatakan, negaranya akan melakukan apapun untuk melindungi situs suci Syiah di Irak melawan gerilyawan Sunni.
Pemerintah Irak, yang dekat dengan Teheran, mengeluarkan pernyataan yang menuduh Sunni Arab Saudi membiayai para gerilyawan itu.
"Kami menahan (Arab Saudi) bertanggungjawab atas apa yang diterima kelompok ini dalam hal dukungan moral dan finansial," kata pemerintah Irak, dalam pernyataan, menuduh Riyadh berpihak pada terorisme.
Pewarta : Antaranews
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Gadget
Lihat Juga
Prancis: Keputusan Donald Trump "Risiko Serius" bagi Tatanan Perdagangan Global
01 February 2017 6:29 WIB, 2017