Ribuat Umat Tri Dharma Peringati Kedatangan Dewa Obat
Jumat, 30 Mei 2014 10:03 WIB
Sejumlah warga keturunan Tionghoa mengangkat patung Dewa Obat untuk dibersihkan, di Kelenteng Tay Kak Sie, di Semarang.. (ANTARA/R Rekotomo)
Rute kirab dari Kelenteng Tay Kak Sie menuju Pantai Marina Semarang. Namun para umat memulai prosesi dengan berkumpul di depan pintu masuk objek wisata itu dan berjalan kaki menuju bibir Pantai Marina Semarang.
Dengan membawa semacam tandu, rupang Dewa Obat atau Poo Seng Tay Tee diarak beramai-ramai oleh para umat, kemudian dilanjutkan dengan sembahyang dan pembacaan doa suci yang dipimpin Pandita Thong Tay.
Setelah itu, rute kirab dilanjutkan kembali menuju Kelenteng Tay Kak Sie Semarang. Menggunakan truk, para umat turun di Jalan Beteng dan melanjutkan berjalan kaki menuju Kelenteng Tay Kak Sie yang tinggal berjarak beberapa kilometer.
Setibanya di Jalan Beteng (kawasan Pecinan), arak-arakan umat yang membawa Dewa Obat disambut kesenian barongsai Naga Doreng dan mampir di tujuh kelenteng yang ada di kawasan Pecinan sebelum menuju Kelenteng Tay Kak Sie Semarang.
Para umat Tri Dharma yang sudah berkumpul di kelenteng-kelenteng yang dilewati rute kirab, maupun di pinggir-pinggir jalan langsung memberikan hormat begitu rupang Dewa Obat tiba, seraya mengepalkan kedua tangan di depan dada.
Rupang Dewa Obat segera diturunkan sesampainya di Kelenteng Tay Kak Sie, dan langsung diletakkan di altar utama kelenteng bersejarah tersebut. Para umat kembali memberikan penghormatan kepada sang dewa.
Salah satu pengurus kelenteng, Hendra Yauw menjelaskan ritual tersebut dilakukan setiap tahun dan semakin lama bertambah banyak umat yang mengikuti ritual tersebut, baik dari Semarang maupun luar kota.
Agustin (57) salah satu umat mengaku setiap tahun selalu menyempatkan mengikuti ritual kirab Dewa Obat karena keikutsertaan kirab itu dipercaya bisa mendapatkan berkah.
"Saya selalu ikut 'Jut Bio' (kirab Dewa Obat). Harapan saya, mendapatkan berkah," ungkapnya.
Ia juga menceritakan sebelumnya pernah menderita sakit, tetapi sembuh melalui berkah Dewa Obat sehingga setiap tahun selalu menyempatkan mengikuti kirab tersebut.
"Dulu, saya pernah sakit, sudah berobat ke dokter tetapi tidak sembuh-sembuh. Setelah didoakan melalui Dewa Obat ternyata sembuh. Jadi, tiap tahun saya selalu ikut 'Jut Bio' di Pantai Marina," katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Kirab Dewa Obat Adrianus mengatakan ritual kirab itu untuk menyambut kedatangan Dewa Obat di Pantai Marina, kemudian diarak menuju Kelenteng Tay Kak Sie Semarang.
Dewa Obat diarak dari Pantai Marina menggunakan mobil karena pertimbangan jarak yang cukup jauh, namun sebelum tiba di Kelenteng Tay Kak Sie diturunkan untuk diarak dengan berjalan kaki.
"Sebelum tiba di Kelenteng Tay Kak Sie, Kongco Poo Seng Tay Tee diarak melewati dan memasuki tujuh kelenteng yang ada di kawasan Pecinan sebagai bentuk penghormatan," katanya.
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor : Zaenal A.
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Jateng perkuat sinergi dengan Kemenag, wujudkan kerukunan masyarakat
03 January 2026 18:44 WIB
Kajian Tafsir UMS bahas surat Al-Baqarah ayat 82-86, refleksi umat muslim melalui sejarah Bani Israil
28 December 2025 17:52 WIB
Anggota DPR serukan umat Kristiani berempati atas terjadinya bencana alam
20 December 2025 10:08 WIB
Pondok Shabran UMS gencarkan program santripreneur untuk bangun kemandirian umat
30 November 2025 18:36 WIB
Dosen UMS beri pesan soal peran umat Islam di era global pada Pengajian Akbar Milad-113 Muhammadiyah
26 November 2025 15:39 WIB
Baznas bergerak cepat tangani bencana Cilacap-Garut lewat posko medis dan dapur umum
17 November 2025 9:01 WIB
Terpopuler - Alfamart
Lihat Juga
Perayaan Tahun Baru, Pengunjung Objek Wisata Tawangmangu Pesta Kembang Api
01 January 2017 8:32 WIB, 2017
Sambut Tahun Baru, Boyolali Gelar Pertunjukan di 22 Titik Termasuk Godbless
29 December 2016 13:55 WIB, 2016