Bebaskan Anak Memilih Jurusan Sesuai Bakat
Senin, 17 Februari 2014 6:53 WIB
Ribuan peserta try out Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) memadati Balai Manunggal, Makassar, Sulsel, Kamis (3/5). Menghadapi SNMPTN bulan Juni 2012 mendatang, sejumlah persiapan di gelar diantaranya dengan cara mengadakan Try Ou
"Banyak anak yang memilih jurusan yang tidak sesuai dengan minat mereka karena dipaksa orangtua," kata Hasahatan Manulang yang juga Direktur Bimbingan Test Alumni (BTA) dalam seminar "Menuju PTN yang digelar BTA Grup di Jakarta, Minggu.
Orangtua, menurut dia, kerap memaksakan anak memilih jurusan tertentu di perguruan tinggi yang belum tentu sesuai dengan minat dan bakat anak sehingga hasilnya menjadi tidak optimal.
Dikatakannya biasanya orangtua ingin memasukkan anak-anaknya ke jurusan-jurusan favorit. Sikap orang tua ini tidak hanya akan membuat anak berat dalam menembus persaingan di jurusan favorit, namun juga menyiksa anak secara psikologis.
"Nanti kebanyakan gagal, andai pun bisa tembus PTN, prestasinya saat belajar bisa tidak optimal." ujar Hasahatan.
Sementara itu, Humas Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Bambang Hermanto mengatakan peran sekolah dalam membantu siswa memilih program studi saat SNMPTN perlu diperkuat.
Pihak sekolah perlu memberikan pembekalan dan pengenalan program studi dan peluang dunia kerja agar anak tidak hanya terpaku pada program-program studi tertentun katanya.
"Paling penting adalah, bagaimana sekolah dapat membantu mengarahkan anak untuk memilih program studi sesuai dengan minat dan bakatnya, agar anak dapat berkembang," ujar Bambang.
Dikatakannya minat tidak cukup ditentukan dengan tes psikologi biasa. Calon mahasiswa harus mampu menggali minatnya, agar dapat mendiskusikannya dengan pihak sekolah juga orang tua sebelum memilih jurusan.
Pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) resmi dibuka pada Senin (17/2) dan akan ditutup 31 Maret 2014.
Bambang menambahkan, ada tiga hal yang harus diperhatikan siswa saat menentukan program studi dan mendaftar SNMPTN. Pertama adalah mengukur antara kemampuan diri dengan rekam jejak nilai terendah calon program studi yang dituju.
Kedua, siswa harus selalu menyimak informasi seperti daya tampung Program Studi dan Universitas. "Ini untuk menentukan peluang, bandingkan dengan jumlah peminatnya."
Terakhir, Siswa juga harus mempelajari rekam jejak seniornya di satu sekolah pada tahun sebelumnya pada Program Studi atau Universitas yang dituju. "Ini bertujuan untuk mengukur potensi tingkat keberhasilan melalui keberhasilan komunitas," tambahnya.
Dengan membiasakan berhati-hati dan jeli dalam memilih program studi, tidak hanya akan bermanfaat bagi siswa itu sendiri. Namun juga bermanfaat dan memberi kesempatan pada pendaftar lain, ujarnya.
Pewarta : Antaranews
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Menristekdikti: Program "Sarjana masuk desa" Berikan Inovasi Pertanian dan Peternakan
31 January 2017 15:33 WIB, 2017
Pagelaran Wayang Kulit, PDIP Ingin Masyarakat Jakarta Junjung Tinggi Kebhinekaan
29 January 2017 7:05 WIB, 2017
Presiden ingin Sekolah Wajibkan Murid ikut Kegiatan Luar dalam Ekstrakulikuler
26 January 2017 12:50 WIB, 2017
Presiden: Kartu Indonesia Pintar yang akan Dibagikan pada 2017 Sebanyak 19 Juta
26 January 2017 12:02 WIB, 2017
Kemendikbud tidak hanya Menghabiskan Uang, tetapi bisa Menghasilkan Uang, Kata Muhajir
24 January 2017 11:23 WIB, 2017
Mendikbud: Pengalihan Penyelenggaraan SMA/SMK ke Provinsi Diperbaiki
17 January 2017 14:52 WIB, 2017
Nilai-Nilai Kebhinekaan perlu Dipelihara dan Dikembangkan seluruh Lembaga Pendidikan
17 January 2017 12:11 WIB, 2017
Menhub Ingin Pilot lulusan sarjana menambah Kedewasaan dan Wawasan Luas
13 January 2017 18:05 WIB, 2017