Guru Harus Punya Keterampilan Mengajar Ekstrakurikuler
Jumat, 4 Januari 2013 18:52 WIB
"Kegiatan kurikuler yang sifatnya mengikat bukan sesuatu yang bertentangan dengan kegiatan ekstrakurikuler," katanya, usai Pelantikan Pengurus Organisasi Mahasiswa (Ormawa) IKIP PGRI Semarang, Jumat.
Menurut dia, kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler di sekolah sifatnya justru saling mendukung dan melengkapi, apalagi guru yang mengajar kegiatan ekstrakurikuler juga akan mendapatkan kredit nilai.
Ia mengemukakan guru tidak hanya perlu menguasai aspek-aspek akademik, tetapi mereka harus menguasai "softskill" untuk diajarkan pada siswa yang banyak terdapat dalam kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler.
Karena itu, IKIP PGRI Semarang membekali para mahasiswa dengan "softskill" sedini mungkin, salah satunya melalui keaktifan dalam kegiatan ormawa, yang biasa juga disebut unit kegiatan mahasiswa (UKM).
Bahkan, kata dia, IKIP PGRI Semarang juga menjadikan keaktifan dalam ormawa sebagai salah satu syarat kelulusan sehingga setiap mahasiswa diharuskan mengikuti minimal satu ormawa yang ada di kampus.
"Kami ingin ketika mereka (mahasiswa) menjadi guru nantinya tidak hanya menguasai kemampuan akademik. Sebab, ketika mereka menjadi guru tak hanya dituntut mengajar siswa selama 24 jam/minggu," katanya.
Sekretaris Umum PGRI Jawa Tengah itu menjelaskan beban mengajar guru selama 24 jam/minggu yang menjadi syarat memeroleh tunjangan profesi bisa dipenuhi sebagian dari membina kegiatan ekstrakurikuler.
"Bimbingan dan latihan dalam kegiatan ekstrakurikuler disetarakan dengan pembelajaran tatap muka resmi. Karena itu, bisa menjadi alternatif bagi guru yang tidak mampu memenuhi beban kerja mengajar," katanya.
Ia mengatakan keberadaan ormawa merupakan wadah bagi mahasiswa IKIP PGRI Semarang sebagai calon guru untuk mengembangkan diri, baik minat maupun bakat yang dimiliki sehingga keberadaannya sangat penting.
"Bayangkan jika mahasiswa hanya dituntut untuk belajar. Bagaimana mereka kemudian sanggup membimbing kegiatan ekstrakurikuler di sekolah setelah menjadi guru nantinya," katanya.
IKIP PGRI Semarang, kata dia, sangat memperhatikan kelangsungan dan kemajuan ormawa yang dimilikinya, salah satunya dengan mengalokasikan anggaran sekitar enam persen dari anggaran pendapatan dan belanja kampus.
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor : Immanuel Citra Senjaya
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
HNSI Jatim ingatkan pengembangan energi pesisir harus cegah de-nelayanisasi
22 January 2026 3:13 WIB
Pakar Hukum: Penerapan pidana kerja sosial harus berdampak bagi masyarakat
06 January 2026 13:27 WIB
Ini dia lima hal penting yang harus dihindari pengemudi saat di jalan tol
29 December 2025 10:07 WIB
Anggota Komisi VII DPR RI sebut dialog pilar kebangsaan harus rutin diselenggarakan
24 December 2025 18:22 WIB
Wagub Jateng: Pondok Pesantren harus jadi ruang aman dan ramah bagi anak santri
12 December 2025 20:26 WIB
Anggota MPR: Pelajar Banyumas harus pahami dan mengamalkan empat pilar kebangsaan
12 December 2025 18:48 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
UMS kembangkan Lab School dan lakukan benchmarking ke SD Muhammadiyah 1 Candi Umsida
23 January 2026 20:14 WIB
UMS dorong inovasi pembelajaran matematika berbasis TIK untuk guru SMK Muhammadiyah Klaten
21 January 2026 13:57 WIB
Milad ke-16 HW UMS: Dari refleksi perjuangan menuju kader pemimpin yang berdampak
19 January 2026 14:12 WIB