Kereta Sultan Ikon Baru di Museum KA Ambarawa
Selasa, 2 Oktober 2012 17:30 WIB
Ilustrasi: Lokomotif kereta uap buatan tahun 1896 yang baru di datangkan dari Ambarawa di Stasiun Jebres, Solo (10/9). (ANTARA/Akbar Nugroho Gumay/*)
"Kereta Sultan saat ini sudah ada menjadi pajangan statis di Museum KA Ambarawa. KA itu bagian dari sejarah KA di Pulau Madura," kata Vice President Pusat Pelestarian dan Bangunan Bersejarah PTKA Trenggono Adi di sela-sela pembukaan Pameran Lukisan Stasiun Cagar Budaya di Bandung, Selasa.
Kereta Sultan itu merupakan salah satu dari empat objek pembenahan benda cagar budaya non bangunan. Selain itu PTKA juga mengevakuasi Lokomotif Uap unik B-5112.
Trenggono menyebutkan Kereta Sultan atau kereta kayu CR Madura (Cr-1) itu dibuat pada tahun 1879 dan Mulai Dinas (MD) 27 - 05 - 1912. Kereta itu pertama kali dipakai oleh Perusahaan Kereta Api Swasta Madoera Stoomtram Maatschapijj (MS) sebagai kereta inspeksi.
"Dalam pemakaiannya kereta ini dipakai oleh Sultan Madura untuk inspeksi di lintas Madura," kata Trenggono.
Tahun 1985 kereta kayu ini ditemukan di Balai Yasa Kereta Api Kamal Madura dengan kondisi tertutup lumpur. Pada tahun yang sama kereta kayu tersebut dipindahkan dari Kamal (Madura) ke Sidotopo (Surabaya) sebelum akhirnya tahun ini dipindahkan ke Museum KA Ambarawa.
Pemindahan kereta kayu CR Madura ini dilaksanakan dari Sidotopo sampai dengan Ambarawa menggunakan kendaraan truck trailer.
Sementara itu Pusat Pelestarian dan Bangunan Bersejarah PTKA tahun 2012 ini menganggarkan dana sebesar Rp10 miliar untuk merehab dan merevitalisasi enam unit bangunan cagar budaya serta empat objek non bangunan, yang salah satunya kereta kayu dari Madura itu.
Salah satu upaya menyosialisasikan, antara lain dengan rencana penggelar Pameran Lukisan di Lawang Sewu Semarang yang memamerkan lukisan sejumlah stasiun cagar budaya, termasuk proses rehab konstruksi Bangunan Lawang Sewu yang menjadi salah satu ikon wisata cagar budaya KA.
"Pameran lukisan stasiun cagar budaya tahap awal digelar di Museum dan Galeri Parahyangan Bandung, selanjutnya akan digelar di Museum Lawang Sewu 28 Oktober mendatang," kata Trenggono Adi menambahkan.
U.S033
Pewarta : -
Editor : Zaenal A.
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Semarang turunkan tim ahli soal dugaan dampak proyek di Jalan Sultan Agung
30 January 2026 12:52 WIB
PPMA se-Indonesia menghadiri tradisi buka luwur Sultan Raden Fattah Demak
03 December 2025 21:24 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Wagub: Layanan aduan warga Jateng kini didekatkan ke daerah lewat cabang dinas
14 February 2026 22:11 WIB
Boyolali giatkan gerakan Indonesia ASRI dengan pembersihan Waduk Cengklik
14 February 2026 18:59 WIB
PIK 2026 resmi berjalan, DKPTI UMS dorong mahasiswa bangun usaha berbasis inovasi
14 February 2026 18:54 WIB
Ultimate Talk 7 IKA UMS dorong UMKM Muhammadiyah go internasional di era digital
14 February 2026 18:50 WIB