Berdasarkah pantauan di Temanggung, Selasa, harga kopi gelondong basah jenis robusta semula Rp5.000 per kilogram menjadi Rp4.000 per kilogram.

Penurunan harga tersebut juga terjadi pada kopi kering, yakni dari Rp20.000 per kilogram menjadi Rp18.000 per kilogram.

Petani Dusun Pagerjurang, Desa Jamusan. Kecamatan Jumo Temanggung, Mismin, mengatakan, dalam dua pekan terakhir harga kopi terus turun.

"Semula harga kopi gelondong basah Rp 5.000 kemudian turun
menjadi Rp 4.500 dan sekarang hanya Rp.4.000 per kilogram," katanya.

Ia menuturkan, setiap memasuki panen raya pasti harganya turun.

"Kondisi seperti ini tidak hanya terjadi pada tahun ini saja, hampir setiap panen raya harganya turun. Hal ini tentu merugikan petani," katanya.

Ia menyebutkan, mempunyai lahan tanaman kopi seluas satu hektare, biasanya menghasilkan empat hingga enam ton kopi basah,
"Produksi kopi tahun ini kemungkinan lebih banyak, karena bisa berbuah maksimal," katanya.

Petani yang lain, Sumanto, menuturkan, turunnya harga selain panen raya kemungkinan ada permainan harga di tingkat pedagang.

"Karena banyak barang, para pedagang menawar harga dengan
seenaknya," katanya.