Solo (ANTARA) - Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP) menggelar Pertemuan Orang Tua/Wali Mahasiswa Angkatan 2025/2026 di Ruang Meeting B1-B2 Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, Solo, Jawa Tengah, Rabu.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan komunikasi antara kampus dan orang tua dalam mendampingi proses pendidikan mahasiswa.
Dekan FHIP UMS Prof. Dr. Kelik Wardiono, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas kehadiran para orang tua dan wali mahasiswa, baik yang hadir langsung maupun melalui Zoom Meeting.
“Pertama-tama saya atas nama civitas akademika Fakultas Hukum dan Ilmu Politik menghaturkan selamat datang kepada bapak ibu di Universitas Muhammadiyah Surakarta,” ujarnya.
Ia menegaskan pertemuan tersebut bukan sekadar agenda rutin, melainkan juga bentuk penyerahan amanah besar dari orang tua kepada kampus.
“Kami menyadari bahwa bapak ibu melangkah ke sini bukan sekadar untuk menghadiri pertemuan biasa. Lebih dari itu, bapak dan ibu hadir untuk menyerahkan sepotong masa depan, menyerahkan bagian terbaik dari jiwa dan raga, yaitu putra-putri tercinta,” tuturnya.
Menurutnya, mahasiswa baru FHIP bukan hanya angka statistik pendaftaran ataupun pengisi bangku kuliah, melainkan amanah yang harus dijaga dan dikembangkan potensinya.
“Di mata kami, mereka adalah amanah yang dititipkan Allah SWT melalui tangan ibu dan bapak kepada kami untuk dijaga, dididik, dan dikembangkan potensinya,” jelas Kelik.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga memperkenalkan perkembangan UMS yang saat ini memiliki 12 fakultas dengan 66 program studi serta 15 program vokasi. Selain itu, UMS juga telah memiliki tujuh program doktoral (S3), salah satunya Program Doktor Ilmu Hukum.
Kelik menekankan bahwa pendidikan sejati memerlukan sinergi antara kampus dan keluarga.
“Pendidikan yang sejati membutuhkan hubungan kerja sama, komunikasi, dan keselarasan rasa antara ruang kelas di kampus dan ruang doa di rumah bapak dan ibu sekalian,” ungkapnya.
Ia berharap orang tua terus memberikan doa dan dukungan kepada putra-putrinya selama menjalani pendidikan di UMS.
“Kami berharap bapak ibu tidak pernah putus untuk mengalirkan doa-doa sunyi di sepertiga malam untuk mereka, karena ketajaman akal anak-anak kita di ruang kuliah sangat bergantung pada keikhlasan sujud dan restu orang tua di rumah,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Dekan I FHIP UMS Dr. Syaifuddin Zuhdi, S.HI., M.HI., memaparkan materi mengenai pendidikan kemahasiswaan, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), serta pengkaderan di lingkungan FHIP UMS.
Ia menyampaikan mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan jati diri.
“Fakultas Hukum dan Ilmu Politik berkeinginan membentuk karakter dari putra-putri bapak ibu sekalian. Kami ingin mahasiswa menjadi lulusan yang unggul serta memiliki karakter,” jelasnya.
Menurut Syaifuddin, tujuan pendidikan di FHIP diarahkan untuk mencetak mahasiswa yang memiliki kecerdasan intelektual sekaligus budi pekerti.
“Kami mengarahkan mahasiswa sebagai manusia yang memiliki akal dan memiliki budi,” ujarnya.
Umi Canggih, orang tua mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum asal Purwodadi menyampaikan kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi orang tua.
“Pertemuan orang tua wali mahasiswa ini sangat-sangat memberikan banyak informasi, sehingga ada beberapa hal yang sebelumnya saya tidak tahu, sekarang menjadi tahu,” katanya.
Ia juga mengungkapkan anak ketiganya kini menempuh pendidikan di UMS, setelah dua anak sebelumnya juga lulus dari kampus tersebut.
Sementara itu, Endah Safitri Wati selaku wali mahasiswa asal Grobogan juga menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang mempererat hubungan antara orang tua dan civitas akademika.
“Dengan pertemuan seperti ini, bisa bertambah saudara, bertambah teman, bertambah ilmu, dan bertambah semangat untuk bersama-sama mendidik generasi bangsa agar sukses dunia akhirat,” tuturnya.
Ia berharap program semacam ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan guna memperkuat komunikasi dan sinergi antara kampus dan keluarga dalam mendampingi mahasiswa.
“Mudah-mudahan program seperti ini dapat dilaksanakan secara kontinu agar terjadi komunikasi yang baik antara civitas akademika dengan kami orang tuanya,” pungkasnya.