Semarang (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) terus mendorong sektor UMKM untuk menembus pasar internasional.
Deputi Kepala Perwakilan BI Jateng Andi Reina Sari, di Semarang, Jumat, mengatakan bahwa wastra dan kriya adalah representasi dari kekayaan budaya yang menjadi identitas nusantara.
"Produk-produk kita ini sudah sangat diketahui memiliki daya tarik yang luar biasa baik di pasar nasional maupun internasional," katanya, di sela "UMKM Grande 2026".
Namun, diakuinya bahwa sektor UMKM masih memiliki tantangan yang menuntut untuk terus melakukan inovasi dan beradaptasi menyesuaikan dinamika global yang semakin kompetitif.
Pergelaran "UMKM Grande 2026" yang berlangsung di Atrium Mal Paragon Semarang pada 7-11 Mei 2026 itu merupakan salah satu bentuk dukungan BI Jateng terhadap pengembangan sektor UMKM.
"Bank Indonesia berkomitmen mendukung pengembangan UMKM, dan tentunya kami tidak berjalan sendiri. Kami bersama dinas terkait dan Dekranas terus berupaya mengembangkan UMKM," katanya.
Ketua Dekranasda Jateng Nawal Arafah Yasin menjelaskan bahwa keberhasilan UMKM menembus pasar ekspor memerlukan proses panjang yang berkelanjutan.
Ia mengatakan bahwa pihaknya bersama BI memastikan setiap pelaku usaha mendapatkan pendampingan dari hulu ke hilir.
"Kami bersama Bank Indonesia terus melakukan kurasi dan pendampingan. Setelah itu pelaku UMKM diberikan akses permodalan dan digitalisasi agar bisa berkembang lebih luas," kata istri Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen itu.
Untuk komoditas kerajinan, kata dia, mencatatkan nilai ekspor pada periode tahun 2025 mencapai 429,68 juta dolar AS, dengan tiga produk utama unggulan, yaitu kerajinan kayu, kerajinan anyaman dan kerajinan berbasis kertas.
Ditambahkannya, dukungan permodalan di Jateng semakin kokoh, tercermin dari penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang tercatat sebagai yang tertinggi secara nasional pada tahun ini.
"Untuk penyaluran KUR di Jatengbpada hari ini mencapai Rp361,36 triliun dengan 10,31 juta debitur sehingga ini secara data menjadi yang terbesar di Indonesia," katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua II Dekranasda Pusat Sri Suparni Bahlil melihat antusiasme pengunjung sebagai sinyal positif bahwa produk lokal semakin dicintai, dan inovasi merupakan kunci utama agar produk UMKM bisa naik kelas.
"Pameran UMKM Grande 2026 ini mendorong pelaku UMKM semakin optimis akan produknya untuk bisa naik kelas. Dengan inovasi dan kreativitas, produk UMKM bisa diterima masyarakat luas bahkan mancanegara," katanya.
Selain pameran yang diikuti 90 pelaku UMKM unggulan dari berbagai sektor, UMKM Grande 2026 juga menghadirkan "business matching" dengan calon pembeli dari luar negeri, dan peragaan busana.