Magelang (ANTARA) - Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengingatkan jamaah calon haji saat berada di Tanah Suci untuk menjalani ibadah haji tahun ini, mendoakan kemajuan daerah setempat demi mewujudkan kesejahteraan warga.

“Doakan agar Kota Magelang senantiasa diberi kedamaian, keberkahan, dijauhkan dari segala musibah, serta terus mengalami kemajuan yang membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat,” katanya saat melepas keberangkatan 172 calon haji berasal dari kota itu di Masjid Agung Kauman Kota Magelang di Magelang, Selasa.

Selama berada di Tanah Suci, ujar dia, jamaah juga harus selalu menjaga nama baik Kota Magelang, menjaga kesehatan fisik dan mental, mematuhi arahan petugas, dan saling menolong.

Ia menjelaskan tentang pentingnya jamaah menunjukkan diri sebagai pribadi yang santun, tertib, dan penuh keteladanan.

Sepulang dari Makkah, katanya, mereka tidak hanya menyandang predikat haji, tetapi juga menjadi teladan di tengah kehidupan masyarakat.

Jamaah calon haji berasal dari daerah setempat diberangkatkan dari Masjid Agung Kauman Kota Magelang menunju Embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA) Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta, Selasa, untuk selanjutnya diterbangkan dengan pesawat Garuda Indonesia ke Tanah Suci, Madinah pada Rabu (6/5).

Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Magelang Catur Budi Fajar Sumarmo menjelaskan jumlah calon haji yang berangkat ke Tanah Suci tahun ini berkurang dari kuota awal 175 orang.

"Jumlah jamaah yang berangkat menjadi 172 orang, karena satu jamaah laki-laki meninggal dunia sebelum keberangkatan, sementara dua jamaah lainnya harus menunda keberangkatan karena alasan kesehatan," katanya.

Jamaah Kota Magelang tergabung dalam kloter 11 bersama 179 calon haji berasal dari Kabupaten Kebumen. Kloter ini didampingi empat petugas, satu petugas haji daerah (PHD) bidang kesehatan, dan satu PHD bidang umum.

Calon haji termuda, Nayrina Ratu Safira Anfa, berusia 19 tahun, warga Perumahan Puri Tirta Mas, Kelurahan Kramat Selatan, Kecamatan Magelang Utara, sedangkan tertua Soegiarti RS, berusia 83 tahun, warga Kebondalem II, Kelurahan Potrobangsan, Kecamatan Magelang Utara.