Magelang (ANTARA) - Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan lingkungan yang tertata menjadi fondasi utama bagi kesejahteraan ekonomi masyarakat di daerah setempat.

"Ketika kondisi kota aman, sehat, resik, dan indah terjaga, maka orang akan berkunjung, perdagangan bergerak, event tumbuh, dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat meningkat," katanya dalam rilis Bagian Prokompim Pemkot Magelang diterima di Magelang, Minggu.

Ia mengatakan hal itu pada acara "Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Magelang" di GOR Samapta Sanden, Sabtu (14/2), yang dihadiri antara lain Wakil Wali Kota Sri Harso, wakil ketua dan anggota DPRD Kota Magelang, jajaran pejabat organisasi perangkat daerah (OPD), pimpinan BUMN/BUMD, instansi vertikal, camat, lurah, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga seluruh ketua RT dan RW se-Kota Magelang.
 
Pada kesempatanitu, ia menjelaskan capaian dan evaluasi satu tahun masa kepemimpinannya di daerah setempat bersama Sri Harso.

Selama satu tahun terakhir, ia mengaku lebih banyak turun ke lapangan untuk mengetahui dan memahami persoalan warga secara langsung, terutama terkait dengan penataan visual kota dan pengelolaan sampah.

Fokus tersebut, ujar dia, selaras dengan arahan Presiden melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). 

Ia menjelaskan visi Kota Magelang sebagai kota perdagangan dan jasa yang harmonis, humanis, nyaman, dan berkelanjutan dirumuskan berdasarkan data yang akurat dan kebutuhan riil masyarakat.

Visi tersebut, katanya, diterjemahkan ke dalam enam misi pembangunan, empat klaster program, dan 19 program unggulan.

"Di sini, peran bapak dan ibu (RT/RW) sekalian sebagai perwakilan masyarakat sangat penting, karena anda adalah pelaku utama perubahan di Kota Magelang," ujar dia.

Ia menjelaskan acara refleksi ini bukan sekadar ajang menonjolkan diri, melainkan bentuk transparansi pemerintah untuk mengevaluasi hasil kerja kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media.

"Saya percaya, klaim kinerja sebaik apa pun tidak bermakna jika manfaatnya tidak benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Oleh karena itu, hari ini kami sampaikan refleksi ini secara terbuka agar warga dapat menilai secara jujur dan memberikan kritik konstruktif," ujarnya.

Penjabat Sekretaris Daerah Kota Magelang Larsita menjelaskan kegiatan ini fase penting untuk mengevaluasi fondasi pembangunan sejak pelantikan pasangan Damar-Sri Harso sebagai wali kota dan wakil wali kota setempat pada 20 Februari 2025.

"Refleksi ini diselenggarakan sebagai cermin untuk melihat sejauh mana kebijakan dan program prioritas strategis yang dijalankan telah menyentuh sendi-sendi kehidupan masyarakat," ujarnya.  

Kegiatan diikuti 264 tamu undangan berasal dari berbagai unsur dan 1.222 ketua RT dan RW se-Kota Magelang. Kegiatan juga diisi dengan penyerahan secara simbolis honorarium ketua RT/RW, jaminan kematian BPJS Ketenagakerjaan, serta penyerahan sertifikat tanah aset Pemkot Magelang.