Jepara (ANTARA) - FORKI Bantul berhasil meraih juara umum pada ajang Piala Menpora RI BMI Rakashima Nasional Karate Championship Series 2 yang digelar di Gedung Wanita Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, pada 6–8 Februari 2026.

"Forki Bantul tampil sebagai juara umum dengan raihan 15 medali emas, sedangkan posisi runner-up ditempati Inkado Jawa Tengah yang mengoleksi 14 medali emas," kata Ketua Bolone Mase Indonesia (BMI) sekaligus panitia penyelenggara Kuat Hermawan Santoso, di Jepara, Kamis.

Sementara itu, Sasana Schreuder X Akarui Salatiga mengoleksi 7 emas, 8 perak, dan 10 perunggu. Petarung SKC meraih 7 emas, 4 perak, dan 12 perunggu. Tuan rumah Garuda Karate Club Jepara juga menunjukkan performa membanggakan dengan membukukan 7 emas, 4 perak, dan 9 perunggu.

Pada kelas TNI/Polri, Korbrimob keluar sebagai juara dengan raihan 6 medali emas. Posisi berikutnya ditempati Dojo Hiu Sakti Kodiklatal dengan 3 emas dan 5 perak, serta Pasmar 2 yang mengoleksi 3 emas dan 1 perak.

Adapun pada kelas mahasiswa, Universitas Muhammadiyah Semarang tampil sebagai juara umum setelah memborong 4 medali emas.

Kejuaraan bergengsi ini diikuti lebih dari 1.750 peserta dari 85 kontingen berbagai daerah di Indonesia. Peserta datang dari Aceh, Riau, Bengkulu, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, wilayah Jawa-Bali, Nusa Tenggara Barat, hingga berbagai daerah lainnya di Tanah Air.

Ajang yang diprakarsai Bolone Mase Indonesia (BMI) tersebut tidak hanya diikuti atlet daerah, tetapi juga diramaikan sejumlah atlet nasional dan internasional, sehingga semakin menambah prestise kejuaraan. Sejumlah atlet papan atas yang turut ambil bagian di antaranya Ahmad Zigi Zaresta Yuda, peraih tiga medali emas SEA Games, Huggies Yustisio dari Korbrimob yang meraih The Best Senior Open dan The Best TNI/Polri pada kejuaraan ini, Jessica Tetu Debora dari Polda Riau, serta atlet-atlet tim nasional junior.

Kuat Hermawan Santoso menyampaikan kehadiran para atlet nasional menjadi bukti meningkatnya kepercayaan terhadap kualitas penyelenggaraan event BMI.

"Ini menunjukkan bahwa kejuaraan yang kami selenggarakan sudah menjadi referensi bagi atlet nasional. Mereka datang tidak hanya untuk bertanding, tetapi juga untuk berbagi pengalaman dan memotivasi atlet muda," ujarnya.

Menurut Kuat, kejuaraan ini dirancang sebagai wadah pembinaan sekaligus ajang konsolidasi atlet dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga aparat negara.

"Di sini bukan hanya soal menang dan kalah, tetapi juga pembentukan karakter, sportivitas, dan mental bertanding," tambahnya.

Kejuaraan ini mempertandingkan berbagai kategori, mulai kelompok usia dini, pelajar, hingga kelompok open yang diikuti mahasiswa, TNI, dan Polri, dengan memperebutkan Piala Bergilir Menpora RI.

Nama Rakashima sendiri diambil dari tiga tokoh perempuan legendaris Jepara, yakni RA Kartini, Ratu Kalinyamat, dan Ratu Shima, sebagai simbol keteladanan dan semangat juang.

"Kami ingin nilai-nilai perjuangan itu hidup di arena pertandingan dan tercermin dalam sikap para atlet," jelas Kuat.

Ia menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan kejuaraan ini menjadi modal penting bagi Jepara untuk terus dipercaya menjadi tuan rumah event olahraga nasional.