Semarang (ANTARA) - Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang kembali menambah jajaran guru besar, dengan mengukuhkan empat profesor baru dalam berbagai bidang keilmuan.

Pengukuhan guru besar itu dipimpin oleh Rektor Unissula Prof. Dr. Gunarto, dalam Rapat Senat Terbuka yang digelar di kampus Unissula, Semarang, Kamis.

Tiga Guru Besar berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), yakni Prof. Dr. H. Ardian Ardhiatma dan Prof. Dr. Tri Wikaningrum sebagai guru besar di bidang ilmu manajemen sumber daya manusia.

Kemudian, Prof. Dr. Winarsih, S.E., M.Si., CSRA sebagai guru besar di bidang Ilmu akuntansi manajemen.

Serta, satu guru besar berasal dari Fakultas Agama Islam (FAI), yakni Prof. Dr. A. Zaenurrosyid yang merupakan gutu besar pertama di fakultas tersebut, dengan konsentrasi pada bidang ilmu hukum Islam.

Pada kesempatan tersebut, Prof Ardian Ardhiatma menyampaikan pidato pengukuhan berjudul "Penguatan Integrasi Knowledge Worker dan Nilai Diri pada Era AI".

Menurut dia, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) membuka peluang besar untuk peningkatan kinerja dan efisiensi, namun sekaligus menghadirkan tantangan baru terhadap integritas profesional.

"Marilah kita jadikan etika profetik sebagai cahaya yang membimbing kita dalam menggunakan AI untuk keadilan dan kesejahteraan umat manusia," katanya.

Prof Tri Wikaningrum dalam pidatonh yang berjudul "Islamic Collaborative Agility Capital: Implikasinya bagi Praktik Pengembangan Knowledge Worker di Organisasi Intensif Pengetahuan" menyoroti pentingnya pengembangan SDM berbasis nilai Islam, khususnya di sektor perbankan syariah.

Konsep Islamic Collaborative Agility Capital relevan dengan dinamika SDM di perbankan syariah menghadapi ekspektasi masyarakat yang tinggi.

Adapun Prof Winarsih menyampaikan pidato pengukuhannberjudul "Transformasi Akuntansi Manajemen di Era AI Berbasis Islamic Culture Governance".

Ia menjelaskan bahwa transformasi akuntansi manajemen di era AI membawa perubahan mendasar terhadap fungsi dan peran akuntan.

Namun demikian, transformasi ini menuntut akuntan untuk terus meningkatkan kompetensi teknologi, memahami risiko keamanan dan etika, serta mampu beradaptasi dengan peran yang semakin strategis.

Sedangkan Prof Zaenurrosyid mengangkat tema "Membangun Produktivitas Filantropi Islam: Inovasi Fundraising, Profesionalisme Manajemen, dan Distribusi ZISWAF Berbasis Maqasid Syariah".

Sementara itu, Rektor Unissula Prof Gunarto menegaskan bahwa pengukuhan guru besar bukan sekadar capaian personal, melainkan amanah besar untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan menghasilkan riset yang berdampak bagi masyarakat.

"Guru besar memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk menjadi rujukan keilmuan, menginspirasi generasi muda, serta memperkuat reputasi institusi di tingkat nasional maupun internasional," katanya.