Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan, Jawa Tengah, menginformasikan sekitar 700 dari 941 calon haji yang akan diberangkatkan ke Makkah pada tahun ini berkategori risiko tinggi (risti).
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Pekalongan Siti Masruroh di Pekalongan, Kamis, mengatakan sebanyak 941 calon haji tersebut dijadwalkan berangkat melalui Embarkasi Solo dan terbagi dalam empat kelompok terbang (kloter).
"Akan tetapi dari jumlah tersebut sekitar 700 orang masuk kategori risiko tinggi, baik karena berusia lanjut maupun kondisi kesehatan tertentu. Adapun jamaah calon haji tertua tercatat berusia 85 tahun, sedangkan termuda berusia 16 tahun," katanya.
Menurut dia, dengan kondisi calon jamaah haji yang memiliki risiko tinggi maka perlu perhatian ekstra, seperti memberikan pelayanan yang mengedepankan pendekatan ramah lansia, ramah disabilitas, dan ramah perempuan, agar seluruh jamaah dapat beribadah dengan aman dan nyaman.
Pemkab, kata dia, memastikan komitmennya dalam memfasilitasi proses keberangkatan dan pemulangan jamaah dari dan menuju Embarkasi Solo sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Ia mengatakan pada 2026 menjadi momentum baru dalam tata kelola penyelenggaraan ibadah haji karena berada di bawah koordinasi Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).
"Pemerintah berharap sistem baru tersebut mampu meningkatkan kualitas pelayanan dan perlindungan jemaah calon haji secara menyeluruh," katanya.
Ia mengatakan sebagian besar calon jamaah haji tahun ini telah menanti sekitar 13 tahun sejak mendaftar pada 2012, sehingga pihaknya mengingatkan masa penantian panjang tersebut agar dimanfaatkan dengan persiapan maksimal.
"Kesempatan berhaji adalah panggilan mulia yang tidak semua orang dapatkan. Oleh karena itu persiapkan diri sebaik mungkin, jaga kesehatan agar pelaksanaan beribadah berjalan lancar dengan predikat haji yang mabrur," katanya.
Baca juga: Kemenhaj akan "sulap" lobi hotel jamaah haji jadi gerai kuliner khas Indonesia