Solo (ANTARA) - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menambah sembilan guru besar di awal tahun 2026 yang pengukuhannya akan dilaksanakan oleh Rektor UNS di Auditorium G.P.IH. Haryo Mataram UNS Solo, Jawa Tengah, Selasa (27/1).
Sekretaris Senat Akademik UNS Prof. Dr. Mohammad Jamin, S.H., M. Hum, Senin mengatakan penambahan jumlah guru besar ini menegaskan komitmen UNS dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia dan pengembangan keilmuan di berbagai bidang
“Penambahan sembilan guru besar ini berasal dari beragam fakultas dan disiplin ilmu,” katanya.
Ia memaparkan, sembilan tersebut yaitu dari Fakultas Teknik tiga orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) satu orang, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) satu orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) satu orang, Fakultas Peternakan satu orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) satu orang, serta Fakultas Senin Rupa dan Desain (FSRD) satu orang.
Ia mengatakan keberadaan guru besar ini memiliki peran strategis sebagai penggerak inovasi, pengembangan ilmu pengetahuan, serta pemberi solusi atas berbagai persoalan bangsa
Ia mengatakan dengan penambahan ini maka UNS makin mantap melangkah sebagai perguruan tinggi berkelas dunia yang berdampak.
“Keberadaan para guru besar diharapkan mampu memperkuat kolaborasi riset, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memperluas jejaring nasional dan internasional,” katanya.
Sementara itu, sembilan tersebut salah satunya Prof. Dr. Tri Murwaningsih, M.Si., yang akan dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Pembelajaran Manajemen Sumber Daya Manusia pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Pada pengukuhannya, ia akan membawakan pidato dengan judul Pembelajaran Inovatif: Investasi Strategis Kampus Berdampak Dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia.
Kedua, yakni Prof. Dr. Ir. Eko Prasetya Budiana, S.T., M.T., sebagai Guru Besar Bidang Ilmu atau Sains Komputasi pada Fakultas Teknik (FT), dengan judul pidato pengukuhan Aplikasi Komputasi Dinamika Fluida dan Perpindahan Panas pada Pengelasan Friction Stir Welding (FSW).
Ketiga, Prof. Dr. Ir. Murtanti Jani Rahayu, S.T., M.T., sebagai Guru Besar Bidang Sektor Informal Kota pada Fakultas Teknik (FT), dengan judul pidato pengukuhan Menata Tanpa Menyingkirkan: Tinjauan PKL, Ruang Publik, dan Tantangan Inklusivitas Kota.
Selanjutnya ada Prof. Dr. Drajat Tri Kartono, M.Si. sebagai Guru Besar Bidang limu Sosiologi Pembangunan pada Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) dengan judul pidato pengukuhan Pembangunan Keterbelakangan (development of under development) dan Kebutuhan Transformasi Kritis Pendidikan Tinggi di Indonesia.
Kelima ada Prof. Dra. Sri Kusumo Habsari, M. Hum., Ph.D. sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Gender dan Kajian Budaya pada Fakultas Ilmu Budaya (FIB), dengan judul pidato pengukuhan Dekolonialisasi Gender di Indonesia: Melacak Jejak Fluiditas Peran Laki-Laki dan Perempuan.
Selain itu ada Prof. Dr. Nooryan Bahari, M.Sn., sebagai Guru Besar Bidang Penciptaan Seni Rupa pada Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), dengan judul pidato pengukuhan Dari Tradisi Ke Ekologi Kreatif: Riset Penciptaan Seni Rupa sebagai Paradigma Relasional (1991 2025).
Selanjutnya ada Prof. Dr. Evi Gravitiani, S.E., M.Si., CBEC, sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Ekonomi Sumber Daya Alam pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), dengan judul pidato pengukuhan Ekonomi Sumber Daya Alam dan Transformasi Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan Sebagai Fondasi Keilmuan Model Pariwisata Sirkular.
Ke delapan ada Prof. Dr. Ir. Joko Riyanto, M.P., sebagai Guru Besar Bidang Teknologi Produksi Ternak pada Fakultas Peternakan dengan judul pidato pengukuhan Peningkatan Kinerja Reproduksi Induk Sapi Potong Melalui Pemberian Pakan Kaya Protein dan Omega.
Sedangkan yang terakhir yakni Prof. Dr.Eng. Ir. Pringgo Widyo Laksono, S.T., M.Eng. IPU. sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Rekayasa Sistem Cerdas dan Otomasi pada Fakultas Teknik (FT) dengan judul pidato pengukuhan Kolaborasi Manusia dan Mesin yang Harmonis: Rekayasa Sistem Cerdas Berkelanjutan Di Era Industri 5.0 Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup.