
Warek Unsoed: Penerima KIP-K jalur SNBT mencapai 31,32 persen

Sebanyak 1.262 peserta yang lolos SNBT merupakan penerima KIP-K
Purwokerto (ANTARA) - Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Prof. Dr. Ir. Noor Farid, M.Si., mengatakan penerima bantuan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) yang diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 mencapai 31,32 persen dari total mahasiswa baru yang lolos seleksi tersebut.
"Sebanyak 1.262 peserta yang lolos SNBT merupakan penerima KIP-K atau setara 31,32 persen dari total mahasiswa baru yang diterima melalui jalur SNBT," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu.
Ia mengatakan Unsoed menerima 4.030 mahasiswa baru melalui jalur SNBT tahun 2026 dari total 46.337 peserta yang mendaftar.
Menurut dia, tingginya jumlah penerima KIP-K tersebut menunjukkan komitmen perguruan tinggi dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang memiliki prestasi akademik.
Selain itu, tingginya jumlah pendaftar juga menunjukkan besarnya minat calon mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Unsoed meskipun persaingan masuk perguruan tinggi tersebut semakin ketat.
Berdasarkan rekapitulasi hasil SNBT, Program Studi Kedokteran Gigi menjadi program studi dengan tingkat keketatan tertinggi pada jenjang Sarjana (S1), yakni 2,4 persen. Dari 1.135 peminat, hanya 28 peserta yang dinyatakan lolos.
Posisi berikutnya ditempati Program Studi Pendidikan Dokter dengan tingkat keketatan 3,4 persen, dengan 70 peserta diterima dari total 2.032 pendaftar.
Sejumlah program studi lain yang juga memiliki tingkat persaingan tinggi, antara lain Manajemen dengan tingkat keketatan 4,5 persen, Akuntansi 5,2 persen, serta Teknik Mesin 5,4 persen.
Sementara itu pada jenjang Diploma Tiga (D3), Program Studi Administrasi Bisnis menjadi program studi paling kompetitif dengan tingkat keketatan 2,3 persen. Dari 2.076 peminat, hanya 48 peserta yang diterima.
Program studi D3 lainnya yang memiliki tingkat persaingan tinggi yakni Administrasi Perkantoran dengan tingkat keketatan 2,6 persen, Agribisnis 3,3 persen, Akuntansi 3,5 persen, serta Bisnis Internasional 4,7 persen.
Prof. Farid mengatakan tingginya angka keketatan pada sejumlah program studi menunjukkan bahwa persaingan masuk Unsoed semakin kompetitif dari tahun ke tahun.
"Keketatan yang sangat tinggi di beberapa program studi, seperti Kedokteran Gigi untuk S1 dan Administrasi Bisnis untuk Diploma, menunjukkan bahwa persaingan masuk Unsoed semakin kompetitif dari tahun ke tahun. Kami menyambut talenta-talenta muda ini dan memfasilitasi mereka dengan ekosistem akademik terbaik agar siap menjadi lulusan yang unggul dan berdaya saing global," katanya.
Ia mengimbau peserta yang dinyatakan lolos SNBT untuk segera memantau jadwal dan persyaratan registrasi ulang melalui laman admisi Unsoed agar seluruh tahapan administrasi dapat dipenuhi sesuai ketentuan.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
