Purwokerto (ANTARA) - Kelenjar gondok atau yang dikenal sebagai kelenjar tiroid, terletak di leher bagian depan dan di bawah jakun. Kelenjar ini bentuknya seperti kupu-kupu, kecil dan tak terlihat sehingga jarang orang memerhatikannya. 

Kelenjar ini sebenarnya punya peran yang sangat besar di dalam tubuh manusia tetapi orang tak terlalu mempedulikannya. Sampai kelenjar ini menyebabkan benjolan di leher, terjadi gangguan hormon atau terjadi komplikasi yang disebabkan oleh kelainan kelenjar gondok maka baru orang akan memperhatikannya. 

Kelenjar gondok ini akan menghasilkan hormon yang disebut sebagai hormon tiroid. Hormon tiroid ini berfungsi mengendalikan metabolisme di dalam tubuh. Tugas hormon tiroid ini akan mengatur energi, pertumbuhan dan reproduksi sel-sel tubuh. 

Kenaikan hormon tiroid di dalam darah akan membuat metabolisme tubuh meningkat sampai 60-100 persen. Ibarat mesin dengan adanya hormon tiroid ini suhu tubuh akan meningkat, tubuh akan terasa panas. Sebaliknya  jika hormon tiroid berkurang maka tubuh akan terasa dingin. 

Hormon tiroid diperlukan untuk pertumbuhan. Kekurangan hormon tiroid menyebabkan pertumbuhan menjadi lebih lambat. Hal ini akan tampak jelas pada masa pertumbuhan atau usia anak-anak. Bila hal ini terjadi maka akan menyebabkan gangguan tumbuh kembang anak atau kretinisme. 

Lebih berat lagi apabila hal ini terjadi masa pertumbuhan otak anak maka mengakibatkan pertumbuhan otak terganggu, retardasi atau kemunduran mental. Reaksi metabolisme tubuh yang meningkat karena kelebihan hormon ini akan menyebabkan berat badan merosot tajam. 

Pembakaran tidak hanya terjadi pada lemak tubuh, juga terjadi massa ototnya. Dengan demikian, orang yang sakit ini akan mengalami penurunan berat badan yang cukup cepat dalam beberapa bulan disertai penurunan massa otot, sehingga seseorang akan nampak kurus. Otot-otot menjadi mengecil dan mengenai saraf-saraf otot yang sebabkan lebih mudah kontraksi atau kejang. 


Hal ini menyebabkan jari-jari tangan gemetaran (tremor). Hormon tiroid akan menyebabkan jantung berdetak lebih cepat dan kuat. Pada orang normal detak jantung berkisar 60-100 kali per menit. Jika kadar hormon tiroid berlebihan di dalam darah maka hal ini akan menyebabkan jantung berdebar lebih cepat sampai lebih dari 120 kali per menit. Hal ini yang dirasakan oleh pasien detak jantung berdebar-debar. 

Apabila hal ini dibiarkan berlarut-larut maka kemungkinan akan muncul komplikasi berupa irama jantung berdetak tidak normal (gangguan irama jantung). Bila hal ini tidak segera ditangani dengan seksama maka komplikasi lebih lanjut akan timbul berupa gagal jantung. 

Hal sebaliknya jika hormon tiroid kadarnya lebih rendah dari normal maka detak jantung lebih lambat dan daya pompa jantung menjadi lebih lambat. Bila tidak segera ditangani juga menyebabkan komplikasi gagal jantung. Pertumbuhan sel hati yang normal memerlukan hormon tiroid. 

Jika kadar hormon berubah akan menyebabkan metabolisme lemak dan gula menjadi terganggu. Demikian juga dengan pembentukan enzim dan getah empedu. Gerakan otot pada dinding usus dikendalikan juga oleh hormon tiroid. 

Kekurangan hormon tiroid akan menyebabkan gerakan usus menjadi lamban sehingga orang akan mengeluh sulit buang air besar. Sebaliknya bila kadar hormon tiroid berlebihan maka akan menyebabkan sering buang air besar atau diare. 

Metabolisme meningkat menyebabkan kebutuhan oksigen juga meningkat. Dalam semenit manusia bernafas 16-20 kali per menit tetapi apabila kadar tiroid tinggi akan mengakibatkan napas lebih cepat untuk memenuhi kebutuhan oksigen. Meskipun begitu, otot pernafasan bukan semakin kuat dan besar, otot pernafasan malah justru semakin kecil dan lemah. 

Kulit, rambut dan kuku sangat terpengaruh oleh adanya hormon tiroid ini. Kulit orang yang hipertiroid akan teraba hangat dan berkeringat banyak . Sebaliknya jika hormon tiroid berkurang akan mengakibatkan kulit menjadi dingin dan kering. Rambut kering dan mudah rontok. 

Hormon tiroid juga akan memengaruhi fungsi dan pertumbuhan organ seksual. Hormon tiroid sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan rahim dan siklus menstruasi. Pada orang yang kekurangan hormon tiroid akan memberikan dampak pertumbuhan rahim dan menstruasi datang terlambat. Wanita yang mengalami kekurangan hormon tiroid umumnya sulit hamil dan menstruasi bisa lebih deras atau lebih banyak dari pada semestinya. Jika mengalami kelebihan hormon tiroid, menstruasi menjadi lebih jarang dan sering mengalami keguguran.  

Anak yang hormon tiroidnya kurang akan mengalami pertumbuhan tulang dan giginya akan terganggu. Tulang akan jadi lebih pendek dan lebih rapuh, sehingga anak terlihat kerdil. Jika terjadi pada usia dewasa maka proses penghancuran dan pembangunan tulang jadi lebih lambat. Hormon tiroid yang berlebihan akan sebabkan pengeroposan tulang atau osteoporosis. Pertumbuhan gigi pada anak juga lebih lambat, gigi lebih tipis sampai usia dewasa kemungkinan gigi susu masih ada pada kekurangan hormon ini.  

Secara umum, kelainan gondok ini bisa dibagi menjadi 2 bagian atau kelainan yaitu kelainan anatomis (bentuknya) dan kelainan fungsional (banyak sedikit hormon tiroidnya). Kelainan anatomis bisa dikenal masyarakat apabila kelenjar gondok membesar. 

Seperti diketahui bahwa kelenjar tiroid berbentuk seperti kupu-kupu artinya ada 2 lobus, 1 lobus di sisi  kanan dan 1 lobus di sisi kiri. Pembesaran  kelenjar gondok bisa mengenai bagian satu sisi (kanan atau kiri saja), bisa juga keduanya membesar (kanan dan kiri) sehingga sulit dibedakan benjolan berasal dari sisi sebelah mana. 


Pembesaran kelenjar gondok atau benjolan ini yang sering menyebabkan seseorang harus berobat ke dokter. Adakalanya benjolan ini hanya kecil saja di satu sisi atau adakalanya benjolan ini membesar sehingga tidak menutup kemungkinan mengganggu saat orang tersebut menelan makanan. 

Kelainan berdasarkan fungsional bisa ditengarai dengan adanya gejala-gejala yang muncul dan dirasakan oleh pasien. Kelainan tersebut bisa berupa kelebihan produksi hormon atau dikenal sebagai hipertiroid. Selain itu juga dikenal sebagai hipotiroid atau kekurangan produksi hormon tiroid. 

Kelainan kelenjar gondok ini adakalanya gabungan kelainan anatomis dan kelainan fungsional (misal benjolan di leher dan hipertiroid), adakalanya juga hanya kelainan anatomis (bentuk) tetapi tidak disertai kelainan fungsional (misal gondok endemik). Kelainan yang banyak di masyarakat diantaranya adalah kelainan fungsional tanpa disertai kelainan anatomis yaitu hipertiroid. 

Gejala-gejala hipertiroid atau kelebihan produksi hormon tiroid terjadi akibat kelenjar tiroid terlalu aktif melepaskan hormon tiroid ke dalam aliran darah. Kebanyakan hipertiroid ini disebabkan oleh penyakit Graves (80 persen kasus). Penyakit Graves ini disebabkan oleh karena proses autoimun. Auto artinya sendiri, imun artinya kekebalan jadi autoimun maksudnya adalah reaksi kekebalan dalam tubuh seseorang yang menolak atau melawan tubuhnya sendiri. Kondisi hipertiroid ini memberikan gejala-gejala (subyektif) dan tanda-tanda (obyektif) yang bisa diamati oleh dokter atau tenaga kesehatan lain.

Keluhan atau gejala seseorang yang mengalami hipertiroid dapat berupa rasa cemas, gugup, mudah tersinggung, sulit tidur, tidak tahan panas, berkeringat banyak, cepat lelah, otot lemah terutama lengan atas dan tungkai atas, menjadi pelupa, berat badan menurun dengan cepat walaupun banyak makan, sering buang air besar bahkan sampai diare, jari tangan gemetaran (tremor), menstruasi jarang bahkan tidak datang sama sekali, rambut tipis dan mudah rontok.

Tanda-tanda yang bisa dijumpai dapat berupa tremor jari tangan, mata menonjol, pembesaran kelenjar gondok, refleks otot meningkat, tekanan darah bisa meningkat, denyut jantung cepat bahkan tidak teratur, pada kasus yang berat didapatkan komplikasi gagal jantung, kulit yang lembap dan hangat, otot-otot yang lemah, terdengar suara aliran darah yang keras di kelenjar gondoknya. 

Apabila mendapatkan gejala-gejala dan tanda-tanda seperti di atas maka sebaiknya segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. Tujuan pengobatan penyakit agar segera menemukan penyebab penyakit ini dan mencegah terjadinya komplikasi yang mungkin akan terjadi. 


*) Pugud Samodro, Dosen Dept Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran RSUD Prof Dr Margono Soekarjo Purwokerto



Baca juga: Pakar Unsoed: Tujuan pengibaran bendera selain Merah Putih harus jelas
Baca juga: Warek III Unsoed terima penghargaan Tokoh Pamomong Jawa Tengah
Baca juga: Pakar hukum Unsoed harapkan RUU KUHAP perkuat sistem peradilan dan HAM