Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupaya menangani kemiskinan dan mengurangi angka pengangguran, salah satunya dengan memberikan pelatihan keterampilan secara gratis di Balai Industri Produk Tekstil dan Alas Kaki (Biptak) Disperindag Jateng, Semarang.
Kepala Balai Industri Produk Tekstil dan Alas Kaki (Biptak) Sri Purwanti di Semarang, Jumat, mengatakan 99 persen lulusan balai yang berlokasi di Tambakaji, Ngaliyan, itu langsung terserap ke dunia industri.
Ia menjelaskan fasilitas itu menyediakan pelatihan gratis dengan syaratnya mereka memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Jateng berusia minimal 18 tahun dan mau bekerja.
"Pelatihan di sini gratis. Kami jemput, kami latih selama 20 hari mendapat makan tiga kali sehari, penginapan, bahan praktik. Di samping 'hard skill', kami juga memberikan 'soft skill'. Sesudah berlatih selama 20 hari, kami tempatkan di perusahaan," katanya.
Selain pelatihan secara cuma-cuma, kata dia, sebagian besar peserta pelatihan memang berasal dari keluarga tidak mampu dan sekitar 70 persen peserta terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Pada pelatihan alas kaki angkatan 7 dan 8 kali ini, diikuti 50 peserta. Nantinya, mereka akan ditempatkan di berbagai pabrik di Brebes, Batang, dan Ungaran.
"Tahun ini peserta sekitar 750 orang. Kalau tahun lalu pesertanya 1.300 orang dan 99 persen diterima di industri. Target kami sebenarnya hanya 85 persen diterima, tapi selama ini, kurang lebih tiga tahun, 99 persen itu diterima di industri," katanya.
Lalita Indriani, peserta pelatihan, mengaku bahagia dapat mengikuti pelatihan tersebut.
Ia berharap dapat membantu perekonomian keluarganya.
"Saya anak tunggal, jadi saya di sini untuk membantu ekonomi keluarga. Di sini saya memperoleh ilmu, kemudian fasilitas asrama, makan gratis, sertifikat dan setelah selesai disalurkan ke pabrik terdekat dengan domisili kita," kata warga Kabupaten Brebes itu.
Peserta pelatihan berasal dari Kabupaten Batang, Aska, mengaku beruntung bisa mengikuti pelatihan sebagai bekal untuk masuk ke dunia kerja.
Ia berharap, setelah bekerja dapat membantu perekonomian keluarga, menabung, dan melanjutkan studi di perguruan tinggi.
"Saya sulung dari empat bersaudara, jadi setelah bekerja nanti saya ingin membantu memperbaiki ekonomi keluarga," demikian warga Kecamatan Bandar itu.