Solo (ANTARA) - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dan Bekangdam IV Diponegoro menyosialisasikan literasi digital sebagai bentuk dukungan pada terwujudnya program Asta Cita pemerintah.
Merespon perubahan teknologi digital dan kejahatan siber, Research Group Constitusionalism and Public Health Bagian Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Hukum UNS Surakarta mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat berupa Sosialisasi Peningkatan Literasi Digital di Lingkungan Bekangdam IV Diponegoro dengan tema Mewujudkan Masyarakat Indonesia Bijak dan Cakap Digital Menuju SDGs 2030.
Kegiatan yang diselenggarakan di Aula Denjasa Ang IV/B Semarang, Jawa Tengah, Selasa tersebut dihadiri oleh Komandan Denjasa Ang IV/B Semarang Letnan Kolonel CBA. Ramadhani Priyo Atmojo, Komandan Denhar JasaintIV/Semarang Letnan Kolonel CBA. Dwiyo Sugiharto, S.Sos., prajurit TNI di lingkungan Bekangdam IV Diponegoro, dan pengurus Persit Kartika Chandra Kirana Anak Ranting 3 Denjasa Ang IV/B Semarang.
Sekretaris UNS sekaligus Ketua RG Constitusionalism and Public Health Prof. Dr. Agus Riwanto, S. Ag., S.H., M.Ag., M.H. dalam sambutannya mengatakan kegiatan sosialisasi ini merupakan wujud dari Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan harapan perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dan pembangunan nasional.
Letnan Kolonel CBA. Ramadhani Priyo Atmojo mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh UNS Surakarta khususnya Research Group Constitusionalism and Public Health berkolaborasi dengan Denjasa Ang IV/B Bekangdam IV Diponegoro dan berharap kegiatan serupa dapat terus terjalin antara perguruan tinggi dan institusinya.
Pemateri kegiatan Dr. Adriana Grahani Firdaussy, S.H., M.H. menyampaikan urgensi Prajurit TNI menjadi cakap digital dan bijak bermedia sosial yang tidak hanya menguasai teknologi tapi juga memiliki netiket atau etika bermedia digital, kesadaran privasi, serta sikap kritis terhadap konten negatif.
Adriana mendorong prajurit TNI sebagai prajurit yang manunggal dengan rakyat harus senantiasa mengasah dan adaptif dengan perkembangan yang ada tidak terkecuali perkembangan teknologi digital.
Ia juga mengajak prajurit TNI dan peserta sosialisasi yang hadir untuk bersama-sama memberantas kejahatan judi online di tengah masyarakat melalui upaya peningkatan kesadaran dan edukasi mengenai bahaya judi online kepada keluarga terdekat dan masyarakat, melakukan digital life balancing, dan melaporkan situs judi online pada pihak yang berwenang.
Sementara itu, kegiatan tersebut diharapkan berkontribusi penting dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030, yakni dalam meningkatkan kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat serta mewujudkan dunia digital yang aman dan damai.
Dalam konteks kebutuhan TNI AD, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat institusi TNI AD menuju visi TNI AD sebagai institusi yang solid, profesional, tangguh, modern, berwawasan kebangsaan, dan dicintai rakyat.
Bekangdam IV Diponegoro menunjukkan komitmennya terhadap penguatan integritas, profesionalitas, dan kapasitas prajurit dalam dunia digital.
Ketua Pelaksana Pengabdian Dr. Airlangga Surya Nagara, S.H., M.H., menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan militer.
“Kolaborasi melalui kegiatan sosialisasi ini tidak hanya penting bagi penguatan institusi TNI AD tetapi juga merupakan upaya akademisi untuk menjalankan Asta Cita Presiden dalam rangka memperkokoh ideologi Pancasila, memantapkan sistem pertahanan negara, dan memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM),” katanya.
Sejalan dengan Letnan Kolonel CBA. Ramadhani Priyo Atmojo, Dr. Airlangga berharap kolaborasi serupa dapat terus berlanjut antara UNS Surakarta dan institusi TNI AD.
“Kami harapkan kolaborasi akan terus berlanjut bahkan untuk scope yang lebih luas. Kami para akademisi siap untuk terus berkolaborasi dan berdialog bersama dengan saudara kita para prajurit TNI untuk menjawab tantangan bangsa di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian,” katanya.