Pra-rekonstruksi polisi tembak pelajar di Semarang tanpa Aipda R
Kamis, 5 Desember 2024 15:56 WIB
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol. Artanto (ANTARA/I.C. Senjaya)
Semarang (ANTARA) - Polda Jawa Tengah menggelar pra-rekonstruksi peristiwa penembakan yang dilakukan oknum anggota Polrestabes Semarang, Aipda R, yang menewaskan siswa SMKN 4 Semarang, GRO.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Artanto di Semarang, Kamis, membenarkan pra-rekonstruksi yang digelar pada Rabu (4/12) tengah malam itu.
Kegiatan itu sendiri dilaksanakan di Jalan Candi Penataran Raya, di depan sebuah toko modern yang kamera pengawasnya sempat merekam peristiwa penembakan itu.
Namun, lanjut Artanto, dalam pra-rekonstruksi tersebut tidak diikuti oleh Aipda R.
"Hanya oleh penyidik, tidak ada terduga pelaku," katanya.
Pra-rekonstruksi, menurut dia, bertujuan untuk memberikan pemahaman penyidik dalam menangani perkara tersebut.
Adapun mengenai alasan pelaksanaan rekonstruksi yang digelar tengah malam itu, ia menyebut hal tersebut lebih disebabkan karena kepadatan kawasan di sekitar lokasi kejadian yang membutuhkan konsentrasi bagi penyidik dalam melakukan pemeriksaan.
Seorang siswa kelas XI SMKN 4 Kota Semarang, berinisial GRO, dilaporkan meninggal dunia diduga akibat luka tembak senjata api di tubuhnya.
Warga Kembangarum, Kota Semarang, tersebut telah dimakamkan oleh keluarganya di Sragen pada Minggu (24/11) siang.
Adapun Aipda R, oknum polisi yang diduga melakukan penembakan saat ini telah ditahan dan menjalani proses hukum.
Sementara pihak keluarga GRO sendiri telah resmi melaporkan dugaan pembunuhan tersebut ke Polda Jawa Tengah.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Polda Jateng gelar pra-rekonstruksi polisi tembak pelajar di Semarang
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Artanto di Semarang, Kamis, membenarkan pra-rekonstruksi yang digelar pada Rabu (4/12) tengah malam itu.
Kegiatan itu sendiri dilaksanakan di Jalan Candi Penataran Raya, di depan sebuah toko modern yang kamera pengawasnya sempat merekam peristiwa penembakan itu.
Namun, lanjut Artanto, dalam pra-rekonstruksi tersebut tidak diikuti oleh Aipda R.
"Hanya oleh penyidik, tidak ada terduga pelaku," katanya.
Pra-rekonstruksi, menurut dia, bertujuan untuk memberikan pemahaman penyidik dalam menangani perkara tersebut.
Adapun mengenai alasan pelaksanaan rekonstruksi yang digelar tengah malam itu, ia menyebut hal tersebut lebih disebabkan karena kepadatan kawasan di sekitar lokasi kejadian yang membutuhkan konsentrasi bagi penyidik dalam melakukan pemeriksaan.
Seorang siswa kelas XI SMKN 4 Kota Semarang, berinisial GRO, dilaporkan meninggal dunia diduga akibat luka tembak senjata api di tubuhnya.
Warga Kembangarum, Kota Semarang, tersebut telah dimakamkan oleh keluarganya di Sragen pada Minggu (24/11) siang.
Adapun Aipda R, oknum polisi yang diduga melakukan penembakan saat ini telah ditahan dan menjalani proses hukum.
Sementara pihak keluarga GRO sendiri telah resmi melaporkan dugaan pembunuhan tersebut ke Polda Jawa Tengah.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Polda Jateng gelar pra-rekonstruksi polisi tembak pelajar di Semarang
Pewarta : Immanuel Citra Senjaya
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Humas UMS dampingi SD Muhammadiyah Palur kelola konten digital perkuat branding sekolah
25 January 2026 18:29 WIB
Kabid Humas Polda Jateng turun tangan membantu mobil mogok di perlintasan KA
14 January 2026 16:57 WIB
Perwira polisi Polda Jateng dipecat terkait kasus kematian perempuan dosen
04 December 2025 16:53 WIB
Humas UMS dukung Kemenag Surakarta perkuat kompetensi melalui media sosial
18 September 2025 15:32 WIB
Terpopuler - Hukum dan Kriminal
Lihat Juga
Polresta Pati fasilitasi penyidik KPK untuk pemeriksaan saksi-saksi kasus OTT
29 January 2026 9:10 WIB
Polres Pemalang amankan empat pencuri kelompok Cirebon-Surakarta dan Semarang
27 January 2026 18:58 WIB
Polda Jateng ungkap komplotan pengoplos elpiji subsidi beromset miliaran rupiah
23 January 2026 18:45 WIB
KPK membawa dua koper dan satu dus dokumen dari rumah dinas Bupati Pati Sudewo
22 January 2026 16:31 WIB