17 desa di Boyolali terima bantuan air bersih dari BPBD
Kamis, 5 September 2024 21:44 WIB
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Boyolali, Suratno. ANTARA/Bambang Dwi Marwoto
Boyolali (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah menyalurkan bantuan air bersih ke daerah yang dilanda bencana kekeringan yang meliputi 17 desa di tujuh kecamatan di kabupaten setempat.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Boyolali Suratno, di Boyolali, Kamis, pihaknya telah menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak bencana kekeringan di tujuh kecamatan meliputi Wonosegoro, Juwangi, Cepogo, Wonosamodro, Kemusu, Tamansari dan Andong.
"BPBD Boyolali tahun ini menetapkan kondisi rawan bencana kekeringan di 11 kecamatan, tetapi baru tujuh kecamatan yang telah menyampaikan permintaan bantuan air bersih. Empat kecamatan lainnya yang belum mengajukan bantuan air bersih yakni Selo, Gladagsari, Ampel, dan Musuk," katanya.
Suratno mengatakan, penyaluran bantuan air bersih ke 17 desa dan kelurahan itu meliputi Guo, Kalimati, Ngaren, Candi Gatak, Bojong, Mliwis, Genengsari, Sangup, Bercak, Jatilawang, Kauman, Cepogo, Lampar, Gunungsari, Kunti, Kedungrejo dan Garangan.
Hingga Rabu (4/9) sudah terdistribusikan sebanyak 95 mobil tangki isi 5.000 liter atau total sebanyak 475.000 liter. Distribusi mencakup sebanyak 33 dukuh untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sebanyak 4.321 jiwa.
Kendati demikian, pihaknya mengimbau masyarakat agar dapat menghemat sumber daya air yang tersedia dan tidak membuang-buang atau menggunakan untuk hal-hal yang tidak perlu. Masyarakat juga tidak perlu panik dengan dampak bencana kekeringan yang terjadi saat ini.
"Kami dari Pemkab Boyolali yang ditugaskan siap untuk memfasilitasi apabila diperlukan," katanya.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Boyolali Suratno, di Boyolali, Kamis, pihaknya telah menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak bencana kekeringan di tujuh kecamatan meliputi Wonosegoro, Juwangi, Cepogo, Wonosamodro, Kemusu, Tamansari dan Andong.
"BPBD Boyolali tahun ini menetapkan kondisi rawan bencana kekeringan di 11 kecamatan, tetapi baru tujuh kecamatan yang telah menyampaikan permintaan bantuan air bersih. Empat kecamatan lainnya yang belum mengajukan bantuan air bersih yakni Selo, Gladagsari, Ampel, dan Musuk," katanya.
Suratno mengatakan, penyaluran bantuan air bersih ke 17 desa dan kelurahan itu meliputi Guo, Kalimati, Ngaren, Candi Gatak, Bojong, Mliwis, Genengsari, Sangup, Bercak, Jatilawang, Kauman, Cepogo, Lampar, Gunungsari, Kunti, Kedungrejo dan Garangan.
Hingga Rabu (4/9) sudah terdistribusikan sebanyak 95 mobil tangki isi 5.000 liter atau total sebanyak 475.000 liter. Distribusi mencakup sebanyak 33 dukuh untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sebanyak 4.321 jiwa.
Kendati demikian, pihaknya mengimbau masyarakat agar dapat menghemat sumber daya air yang tersedia dan tidak membuang-buang atau menggunakan untuk hal-hal yang tidak perlu. Masyarakat juga tidak perlu panik dengan dampak bencana kekeringan yang terjadi saat ini.
"Kami dari Pemkab Boyolali yang ditugaskan siap untuk memfasilitasi apabila diperlukan," katanya.
Pewarta : Bambang Dwi Marwoto
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pupuk Indonesia catat serapan pupuk subsidi di Boyolali tertinggi di Jawa Tengah
30 January 2026 18:49 WIB
Pemkab Boyolali tingkatkan layanan kesehatan dengan alat general monitor diagnostic
22 January 2026 19:08 WIB
Deklarasi Boyolali digaungkan bersama pada puncak peringatan Hari Desa Nasional 2026
15 January 2026 16:11 WIB
Lima finalis Festival Film Desa HDN 2026 ditonton bareng lewat layar tancap
15 January 2026 14:29 WIB
Terpopuler - Bencana Alam
Lihat Juga
Pemprov Jateng kaji geologi lahan huntara korban tanah gerak di Kabupaten Tegal
10 February 2026 11:31 WIB
Gubernur pastikan korban tanah gerak di Desa Padasari Tegal dapat hunian tetap
06 February 2026 21:31 WIB
Wapres minta warga terdampak tanah bergerak di Kabupaten Tegal tinggalkan rumah
06 February 2026 21:26 WIB
Wapres Gibran dan Gubernur Jateng kunjungi pengungsi korban tanah gerak di Tegal
06 February 2026 14:06 WIB
Pemkab Tegal: Pergerakan tanah masih bersifat dinamis berdampak ratusan rumah
04 February 2026 21:01 WIB