Semarang (ANTARA) - Arus kendaraan yang dari arah Jakarta masuk ke Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang Rabu, tepat pada Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah masih cukup tinggi.

Kepala Pos Terpadu Gerbang Tol Kalikangkung Semarang AKP Sujid di Semarang Rabu malam mengatakan,  kendaraan yang masuk dari arah Jakarta tercatat sebanyak 18.436 kendaraan dari pukul 06.00-18.00 WIB.

Berdasarkan data dari Pos Terpadu Kalikangkung, terlihat pada pagi hari arus kendaraan landai di angka 500-an kendaraan per jam.

Mulai pukul 09.00 WIB, arus kendaraan mulai meningkat di angka 1.000-1.700-an kendaraan per jam hingga pukul 14.00 WIB.

Pada pukul 14.00 WIB, trafik kendaraan terus merangkak naik di kisaran 2.200-2.300 kendaraan per jam hingga pukul 18.00 WIB.

Sedangkan arus kendaraan dari Semarang ke Jakarta di Gerbang Tol Kalikangkung pada hari dan waktu yang sama tercatat sebanyak 9.742.

Arus balik Lebaran kendaraan yang dipantau setiap jam menunjukkan angka yang fluktuatif di kisaran 200-900-an kendaraan per jam, dan sempat menyentuh angka 1.000 pada pukul 10.00-11.00 WIB, 11.00-12.00 WIB, dan 14.00-15.00 WIB.

Sementara itu, Polda Jawa Tengah juga telah mempertebal personel pengamanan di sejumlah tempat wisata dan pusat keramaian masyarakat seiring momentum Lebaran.

"Sejak awal Operasi Ketupat Candi 2024, kami sudah terjunkan personel pengamanan di sejumlah tempat wisata. Penambahan personil akan dilakukan dilihat dari kepadatan jumlah pengunjung," kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Satake Bayu.

Penambahan personel tersebut tidak hanya untuk menjamin keamanan masyarakat, kata dia, melainkan juga untuk mengatur kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi wisata.

"Prioritas kami adalah keamanan dan keselamatan pengunjung tempat wisata. Untuk itu kami imbau saat berwisata patuhi arahan dari petugas di lapangan. Perhatikan barang berharga yang dibawa dan awasi anak kecil yang diajak serta dalam berwisata," katanya.

Sebelum meninggalkan rumah, Satake kembali mengingatkan masyarakat untuk mengecek dan memastikan kompor dan peralatan elektronik, seperti kipas angin dan AC dalam keadaan mati guna mencegah risiko kebakaran.

"Pastikan juga rumah dan pagar dalam keadaan terkunci. Bila memungkinkan, titip kondisi rumah kepada tetangga yang tidak bepergian atau satpam penjaga perumahan," katanya.
 

Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2024