16 budaya Jateng ditetapkan WBTB nasional 2023
Jumat, 3 November 2023 7:01 WIB
Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid (ketiga kanan) dan Direktur Perlindungan Kebudayaan Kemendikbudristek Judi Wahjudin (ketiga kiri) berfoto bersama para penerima sertifikat Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia pada acara Puncak Apresiasi Warisan Budaya Indonesia di Jakarta, Rabu (25/10/2023). (ANTARA/Hana Kinarina)
Semarang (ANTARA) - Sebanyak 16 budaya asal Provinsi Jawa Tengah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) tingkat nasional pada 2023 oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
“Pada awal 2023, sebanyak 80 budaya diusulkan ke Kemendikbudristek RI, namun seleksi yang dilakukan menggugurkan 64 budaya yang diusulkan ke pusat,” kata Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng Eris Yunianto di Semarang, Kamis.
Sebanyak 16 budaya yang memperoleh predikat WBTB nasional itu, enting-enting gepuk (Salatiga), opak abang (Kendal), dames (Purbalingga), kentrung (Jepara), bedhaya pangkur (Kota Surakarta), tari bondhan (Kota Surakarta), tari karonsih (Kota Surakarta), kirab pusaka malam 1 Sura Pura Mangkunegaran.
Wayang orang Sri Wedari (Kota Surakarta), potehi (Kota dan Kabupaten Semarang), sarung goyor (Sukoharjo), nasi liwet (Sukoharjo), emprak (Jepara), janengan (Cilacap), sate blengong (Brebes), serta buka kitab Rembang (Kabupaten Tegal).
Baca juga: Penjamasan keris Kiai Cinthaka digelar di kompleks Masjid Sunan Kudus
Ia menjelaskan seleksi yang dilakukan meliputi beberapa hal, di antaranya dokumentasi terhadap budaya yang diusulkan, kajian akademis, dan upaya pelestarian oleh para maestro budaya.
Selain itu, kriteria budaya yang ditetapkan WBTB juga mempertimbangkan faktor kesejarahan hingga ekonomi, serta faktor sosiologis di mana budaya itu ada.
“Pada 24 Oktober kemarin di Kota Tua Jakarta, sertifikat WBTB nasional diserahterimakan kepada seluruh kepala daerah dan para pihak. Di Jateng tahun ini ada 16 WBTB hingga 2023 memiliki 135 jenis karya WBTB,” ujarnya.
Setelah memperoleh predikat WBTB nasional, 16 WBTB tersebut wajib dilestarikan yang dibuktikan dengan evaluasi setiap tahun, sedangkan jika pemerintah setempat lalai maka predikat tersebut dicabut.
“Ada satu cagar budaya yakni SMAN 7 Purworejo, jadi bangunan cagar budaya peringkat nasional, bareng dengan penetapan WBTB,” katanya.
Baca juga: 476 peserta meriahkan parade sarung di Kota Lama Semarang
Baca juga: Tradisi sebar "Apem Keong Mas" Boyolali ditetapkan WBTb
“Pada awal 2023, sebanyak 80 budaya diusulkan ke Kemendikbudristek RI, namun seleksi yang dilakukan menggugurkan 64 budaya yang diusulkan ke pusat,” kata Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng Eris Yunianto di Semarang, Kamis.
Sebanyak 16 budaya yang memperoleh predikat WBTB nasional itu, enting-enting gepuk (Salatiga), opak abang (Kendal), dames (Purbalingga), kentrung (Jepara), bedhaya pangkur (Kota Surakarta), tari bondhan (Kota Surakarta), tari karonsih (Kota Surakarta), kirab pusaka malam 1 Sura Pura Mangkunegaran.
Wayang orang Sri Wedari (Kota Surakarta), potehi (Kota dan Kabupaten Semarang), sarung goyor (Sukoharjo), nasi liwet (Sukoharjo), emprak (Jepara), janengan (Cilacap), sate blengong (Brebes), serta buka kitab Rembang (Kabupaten Tegal).
Baca juga: Penjamasan keris Kiai Cinthaka digelar di kompleks Masjid Sunan Kudus
Ia menjelaskan seleksi yang dilakukan meliputi beberapa hal, di antaranya dokumentasi terhadap budaya yang diusulkan, kajian akademis, dan upaya pelestarian oleh para maestro budaya.
Selain itu, kriteria budaya yang ditetapkan WBTB juga mempertimbangkan faktor kesejarahan hingga ekonomi, serta faktor sosiologis di mana budaya itu ada.
“Pada 24 Oktober kemarin di Kota Tua Jakarta, sertifikat WBTB nasional diserahterimakan kepada seluruh kepala daerah dan para pihak. Di Jateng tahun ini ada 16 WBTB hingga 2023 memiliki 135 jenis karya WBTB,” ujarnya.
Setelah memperoleh predikat WBTB nasional, 16 WBTB tersebut wajib dilestarikan yang dibuktikan dengan evaluasi setiap tahun, sedangkan jika pemerintah setempat lalai maka predikat tersebut dicabut.
“Ada satu cagar budaya yakni SMAN 7 Purworejo, jadi bangunan cagar budaya peringkat nasional, bareng dengan penetapan WBTB,” katanya.
Baca juga: 476 peserta meriahkan parade sarung di Kota Lama Semarang
Baca juga: Tradisi sebar "Apem Keong Mas" Boyolali ditetapkan WBTb
Pewarta : Wisnu Adhi Nugroho
Editor : M Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Program Imersi Budaya Bayat: Tinjauan ulang pendekatan humanistik dalam pedagogi BIPA
18 January 2026 19:06 WIB
Jateng sumbang 57 warisan budaya tak benda yang ditetapkan kementerian sepanjang 2025
16 December 2025 19:43 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
UMS kembangkan Lab School dan lakukan benchmarking ke SD Muhammadiyah 1 Candi Umsida
23 January 2026 20:14 WIB
UMS dorong inovasi pembelajaran matematika berbasis TIK untuk guru SMK Muhammadiyah Klaten
21 January 2026 13:57 WIB
Milad ke-16 HW UMS: Dari refleksi perjuangan menuju kader pemimpin yang berdampak
19 January 2026 14:12 WIB